|
Tidak bisa dipungkiri bahwa peranan teknologi berpengaruh besar dalam perkembangan jurnalisme, khususnya media cetak. Seiring dengan perkembangan teknologi, media cetak juga semakin berkembang. Di tahun 1960 komputer mulai mempengaruhi pertumbuhan media cetak dan di tahun 1970, komputer mulai menggantikan -mesin tik. Teknologi computer-to-plate memungkinkan gambar yang dibuat di komputer bisa langsung tercetak ke mesin pencetak tanpa harus mengubahnya ke bentuk film. Teknologi internet juga menghemat waktu dalam hal penerbitan buku, contohnya saja adalah keberadaan electronic commerce. Teknologi ini membuat kita bisa membeli dan menjual barang melalui online.
Industri Majalah dan Tabloid Angka yang berkembang bisa dilihat dari penerbitan majalah. Tren industri besar mencakup konsolidasi perusahaan, pengembangan pada sirkulasi majalah dan sistem periklanan, spesialisasi, dan segmentasi pembaca serta masukan-masukan sebagai dorongan pada media digital. Pada umumnya, majalah memiliki beberapa kelebihan sebagai segmen menengah. Sebagai contoh, angka publikasi tidak dipaksa oleh masalah-masalah teknis, seperti terbatasnya frekuensi radio. Majalah bisa melanjutkan untuk menambah topik khusus. Format majalah adalah berdasarkan ekonomi dan lebih fleksibel baik untuk pasar nasional maupun lokal. Kerangka Ekonomi Media Cetak Ada media tertentu yang memilih-milih khalayak demi kepentingan iklan. Isinya sengaja dibuat untuk mereka yang punya minat, kepentingan, aspirasi, atau hobi yang sama. Meskipun khalayaknya terbatas, media seperti ini disukai oleh pengiklan yang produknya sesuai. Bagi media cetak, jumlah penerimaan iklan kerap kali lebih besar daripada penjualan produk fisik koran atau majalahnya. Bahkan, harga yang murah, sehingga tidak menutup biaya produksi, justru menarik pengiklan karena hal itu menunjukkan besarnya khalayak. Tidak semua media tergantung pada iklan. Tidak ada keharusan bagi semua media untuk mengandalkan iklan sebagai sumber pendapatan utama. Koran bisa hidup tanpa iklan selama dua hingga tiga abad, demikian pula majalah. Seandainya media massa tidak tergantung pada iklan, kemungkinan besar isinya akan sangat berbeda. Media dalam kenyataannya dituntut untuk menyesuaikan isinya dengan pertimbangan pasar para pengiklan. Ini dimaksudkan untuk memaksimalkan khalayak yang dituju, sekaligus merupakan konsekuensi dari pola produksi massal. Sebagian besar khalayak yang ingin diraih juga mempengaruhi apa yang dibawa dan yang tidak dibawa media. Demi menjangkau khalayak yang sebesar-besarnya, media akan sedapat mungkin menyesuaikan diri dengan selera, kepentingan atau nilai-nilai mayoritas. Iklan turut membentuk lingkungan kerja media. Setiap pengelola media tidak bisa melepaskan bayangan atau pengaruh pengiklan. Pengaruh ini sama pentingnya, bahkan terkadang lebih penting, daripada pengaruh khalayak atau pasar. Namun sejauh mana pengaruh iklan terhadap isi media sangat sulit diukur secara pasti. Tidak selamanya pengiklan mendikte media dalam pengaturan isi, tidak jarang pengelola media sendiri yang berusaha menyenangkan pengiklan dengan mengatur isi medianya sedemikian rupa. Majalah memiliki target pembaca yang spesifik. Tapi untuk bisa menguntungkan, mereka mengambil jangkauan khalayak yang sangat luas sebagai potensial target mereka. Industri majalah memiliki perkembangan dan konsolidasi. Majalah baru, baik konvensional dan berbasis internet tumbuh secara konstan. Kebanyakan dari mereka mati sebelum didukung oleh grup yang lebih besar yang mampu menyediakan mereka publisitas, kontak periklanan dan prospek sirkulasi yang lebih baik. Majalah adalah media yang kompetitif. Faktanya, majalah telah berkembang melalui celah dan segmen baru, mereka bisa menciptakan target pembaca baru yang bisa saja tertarik dengan majalah lain. Sebagai contoh, pria lebih sering menonton TV daripada membaca majalah. Pada tahun 2000an, angka pembaca pria bertambah seperti FHM, EHM, MO (Male Obsession), d’Maestro, Male Emporium, Men’s Health untuk bersaing dengan majalah pria yang lebih dulu keluar seperti Popular dan Matra. Banyak dari mereka yang sukses baik dalam sirkulasi maupun dana dari pengiklan. Majalah yang terdaftar selalu bisa memancing minat pembaca yang ada, walaupun di antara sejuta penggemar majalah dan puluhan majalah baru yang muncul setiap tahun. Tapi pertumbuhan mereka bisa membuat pengiklan semakin menyusut dan bisa mengancam kelangsungan hidup keduanya baik majalah baru maupun yang telah beredar. Jaringan dan Grup Media Terkait Perkembangan media massa bagi manusia sempat menumbuhkan perdebatan panjang tentang makna dan dampak media massa pada perkembangan masyarakat. Pemahaman tentang masyarakat massa sempat menggoncang persepsi anggota masyarakat mengenai dampak media massa yang cukup signifikan dalam merubah tata sosial masyarakat. Ketika media massa masuk dalam kehidupan masyarakat luas yg bersifat sosial maka media massa perlu mengetahui apa yang dinginkan dan menjadi kebutuhan pasar. Perkembangan yang patut dicermati berkaitan dengan kondisi lingkungan tempat industri media tersebut hidup. Kondisi lingkungan memberi tekanan-tekanan pada institusi media bersangkutan. Tekanan tersebut merupakan kompetisi lokal maupun global, serta dorongan untuk makin meningkatkan efisiensi, menurunkan biaya, dan meningkatkan keuntungan, memunculkan berbagai merger atau aliansi antara berbagai institusi media. Konvergensi perusahaan media juga melahirkan grup media, yang dapat memanfaatkan materi berita yang sama untuk disebar ke berbagai jenis media yang berbeda di bawah naungannya. Bayangkanlah, sebuah grup perusahaan media yang membawahi produk media suratkabar, majalah, radio, televisi, dan situs Internet. Semua itu mengarah pada perkembangan media yang antara lain memulai hitungan bisnis. Wartawan bekerja ke dalam perilaku bisnis media. Setiap media menghitung laba yang dikeluarkan dari tiap kerja pemberitaannya. Maka itulah, item-item pemberitaan pun diseleksi dengan menggunakan asumsi riset pasar. Kerja pemberitaan bukan lagi dihitung hanya berdasar ongkos operasional liputan. Munculnya Website Surat Kabar Bila kita tidak memiliki waktu untuk membeli surat kabar atau bahkan membacanya di kantor, mungkin kita bisa melihatnya di internet melalui website-website yang tersedia. Media cetak telah menjadi perusahaan multimedia, walaupun mereka tetap yakin bahwa tinta cetak di surat kabar memberikan sesuatu yang media lain tidak bisa berikan, tapi didukung oleh sumber media yang lebih luas jangkuannya seperti internet. Semua bisnis media cetak lokal maupun internasional telah mengembangkan bisnis ini, dan syaratnya harus memiliki akses cepat dan “search engine”. Untuk beberapa penerbit, situs tersebut telah menjadi pabrik uang bagi mereka, melalui langganan surat kabar ataupun iklan online sampai iklan tambahan dari pers. Ini termasuk servis online yang melengkapi versi tercetak bisa secara tidak langsung menghasilkan dampak dua kali kepada pembaca jika dibandingkan dengan hanya membaca surat kabar yang cetak saja. Keuntungan lainnya adalah media cetak bisa mengobservasi angka-angka dan lokasi kota-kota dimana situs-situs itu hidup. Teknologi informasi terkini telah memperbolehkan perubahan format dan layanan pendapat atau opini online, terutama untuk pengguna komunikasi yang mobile. Sisi Pengiklan Untuk mengantisipasi surat kabar online dan era dunia maya, yang bisa sangat menarik perhatian banyak pihak, baik orang asing maupun local, situs-situs meningkat secara cepat karena gaya hidup yang sangat sibuk dan meningkatnya kebutuhan untuk mendapatkan informasi secara cepat. Tingkat kunjungan atau disebut hits sering dijadikan standar. Ada situs berita yang hits per harinya 1,5 juta, ada pula yang hanya ratusan ribu. Dibandingkan dengan media biasa, sejumlah kekhasan media online yang mewarnai perkembangan pers antara lain: penyajian yang real time seperti halnya radio dan untuk sebagian televisi, setiap berita bisa komprehensif dengan disambungkan ke bank data, jangkauannya global dalam waktu sama dan terdokumentasi. Karakteristik media online seperti menjangkau pelanggan lebih dekat, alternatif promosi, kepuasan kepada pembaca karena mudah diakses, serta berita aktual yang diperbaharui terus-menerus. Selain fungsi pengetahuan yang luas karena bisa terhubung ke berbagai situs dunia-juga terdapat fungsi interaktif. Anda bisa mengirim keluhan langsung begitu berita dibaca, dan diterima redaksi dalam hitungan detik. Jika redaksinya aktif, bisa dijawab dalam beberapa menit. Dengan demikian pembaca lebih dekat dengan penyusun berita. Pertumbuhan media online akan memacu jenis media lain melakukan perubahan mendasar atas visi pemberitaan. Artinya, peristiwa dan komentar plus analisisnya bisa disajikan oleh media online dalam waktu tidak lama ketika peristiwa berlangsung. Sedangkan media cetak seperti surat kabar memerlukan waktu satu hari dan majalah satu minggu untuk menguraikan dan menganalisis berita itu. Jika harian dan mingguan itu tersaji sama dengan media online, maka pembaca mungkin saja meninggalkan media lama. Media online dalam banyak hal memang menjadi semacam kantor berita. Prospek media online dalam waktu dekat cukup baik. Selain pemainnya masih sedikit, trend global memang mengarah kepada e-life alias kehidupan apa pun yang terkait dengan internet. Kue iklan juga akan makin berkembang. Jika satu situs media online sudah bisa mengumpulkan puluhan sampai lebih dari seratus juta rupiah per bulan, maka tidak bisa diabaikan bisa ratusan juta kue iklan-terutama dari perusahaan yang terkait dengan teknologi informasi dan barang elektronik-akan mengguyur media online. Daftar Pustaka Straubhaar, Joseph & Larose, Robert.2004. Media Now:Undrstanding Media, Culture, and Technology.CA:Wadsworth |