Wise Words

To err is human, to forgive is out of the question.

 
Home arrow Blog arrow PERKEMBANGAN TEKNOLOGI MEDIA AUDIO VISUAL, is written by listya
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI MEDIA AUDIO VISUAL, is written by listya PDF Print E-mail
User Rating: / 2
PoorBest 
Written by putriana dwi rachmawati   

Nama                            : Listya Nareswari

 

NPM                             : 0606094485

Departemen                  : Ilmu Komunikasi  PERKEMBANGAN TEKNOLOGI MEDIA AUDIO VISUAL, is written by listya   Media audio visual dapat dibagi menjadi empat, yaitu : 1.       MUSIK

Saat ini, industri musik sudah berkembang sangat pesat. Dahulu,  terdapat alat musik tradisional yang penggunaannya juga tradisional. Sekarang, untuk menciptakan sebuah musik yang harmonis, cukup dibutuhkan sebuah komputer saja.

Pada tahun 1877, Thomas Alfa Edison menciptakan phonograph. Alat ini digunakan untuk merekam music. Suara yang direkam kemudian dikeluarkan menggunakan alat yang disebut dengan victorila’s trumpted-shaped horn. Pada tahun 1882, alat ini digantikan oleh gramophone yang lebih datar yang diciptakan oleh Emile Berliner. Untuk merekam data, diciptakan mikrofon elektrik yang menggunakan lapisan tipis yang dapat mendeteksi gelombang suara.

Pada tahun 1948, format perekaman telah diperkenalkan, yaitu 33 ½ rpm long playing yang mencapai 23 menit di setiap sisinya dan 45 rpm yang dapat merekam suara dengan kapasitas yang lebih besar dan kualitas yang baik. Format ini berkembang dari format awal yang memiliki kapasitas 78 rpm. Selain perekam elektrik ini, berkembang pula magnetic tape yang bekerja dengan prinsip gelombang magnet yang dihasilkan oleh listrik.

Selain alat perekam tersebut, CD juga mengalami perkembangan, mulai dari piringan hitam, kemudian CD yang dapat mengubah gelombang suara 1 dan 0 dari data komputer, hingga muncul bentuk DVD dengan kapasitas yang lebih banyak dan lebih baik.

           

               Digitalisasi tidak terjadi hanya pada musiknya tetapi juga pada alat pemutarnya. Yang sangat berhasil di pasaran adalah iPod dari Apple. Format yang paling banyak digunakan adalah MP3 atau MPEG-1 Audio Layer 3 karena ukurannya yang kecil membuat pemutar musik dapat menyimpan lebih banyak lagu walaupun kualitasnya standar bahkan dibawah kualitas CD. Kini format mp3 sudah berkembang menjadi MP4 atau MPEG-4, kelebihan dari format ini adalah dapat memutar gambar dan audio sekaligus. Pembajakan online dalam industri rekaman terjadi karena transfer musik dapat dilakukan melalui internet. 2.       RADIORadio menyampaikan informasi dengan gelombang yang menggunakan energi elektromagnetik. Gelombang ini dapat dideteksi oleh antena penerima sinyal, konduksi elektronik, dan pantulan gelombang. Gelombang radio dibagi menjadi 2 yaitu, AM (Amplitude Modulation) dan FM (Frequency Modulation). AM memiliki jangkauan 100 mil sedangkan FM hanya sekitar 30 mil. Tetapi FM memiliki saluran yang lebih lebar dan jangkauan frekuensi yang lebih luas sehingga suara yang dihasilkan lebih baik. Saat ini, dikenal teknologi Digital Audio Broadcasting (DAB) dimana radio analog berubah menjadi radio digital. DAB ini mengubah suara audio menjadi data yang dapat dibaca komputer. Suara yang dihasilkan juga lebih jernih daripada radio analog, bahkan menyerupai CD. Selain itu, radio dengan teknologi digital ini memiliki banyak kelebihan lain seperti efisiensi daya pancar, serta efisiensi infrastruktur sehingga dapat meminimalisir biaya produksi. 3.       FILM

Film pertama kali muncul dalam bentuk gambar bergerak (motion picture) yang ditemukan oleh Eadweard Muybridge’s. Lalu berkembang dengan ditemukannya kinetograph yang merekam tiap frame dalam film dengan silinder berputar yang sangat sensitif terhadap cahaya lalu diputar ke dalam proyektor. Namun film pada masa itu tidak diiringi dengan audio, sehingga disediakan tulisan (text) yang merupakan isi percakapan aktor dan aktris dalam film agar lebih mudah dipahami oleh penonton. Yang berkembang pesat adalah tekonologi surround sound system yang mengacu pada konsep home theatre.

           

                Pada awalnya sebuah film hanya mampu menampilkan 18 hingga 22 frame gambar per-detik dan kemudian sekarang berkembang menjadi 24 frame per-detik. Ukuran film juga sudah lebih lebar dari yang awalnya 16mm berkembang ke 35mm hingga kini 70mm. Dahulu, film masih berwarna hitam dan putih. Film berwarna belum tersedia secara luas hingga munculnya proses CinemaScope tahun 1939, dan akhirnya semua film sudah tampil berwarna pada tahun 1960.

           

                Sejalan dengan perkembangannya, perfilman dunia memasukkan unsur atau efek spesial dalam frame tertentu dengan menggunakan teknologi digital. Teknologi digital yang terdapat dalam film tidak hanya dalam pemasukan efek spesial di adegan tetapi juga pada perangkat pemutar filmnya seperti Digital Light Projector (DLP). Pemutar film dengan teknologi digital lebih mudah untuk dioperasikan tetapi sangat mudah untuk dibajak dan harganya mahal. Inilah yang menyebabkan berbagai bioskop masih menggunakan alat pemutar dengan teknologi analog yang mengemas film dalam bentuk seluloid dengan diameter tertentu.  4.       TELEVISI

Sekarang ini, televisi hampir menjadi kebutuhan primer bagi sebagian orang. Padahal dulu televisi merupakan barang mewah. Namun kebutuhan akan informasi dan hiburan yang terdapat dalam diri manusia membuat manusia membutuhkan televisi yang dapat menyediakan kebutuhan manusia tersebut.

Televisi terdiri dari titik-titik yang menghasilkan warna. Titik ini berasal dari benturan partikel yang menabrak layar sehingga menghasilkan gambar yang bergerak. Setiap televisi memiliki standar yang ditetapkan oleh National Television Systems Committee (NTSC) untuk menghasilkan sebuah gambar yang sempurna dari setiap sisinya. Standar yang ditetapkan ini adalah bahwa setiap detik televisi mampu menghasilkan 30 frame dengan dua kali tahap scanning di setiap frame gambar dan 262,5 garis scan. Warna yang dihasilkan oleh televisi terdiri dari tiga warna dasar yaitu merah, biru dan kuning.

           

              Televisi memiliki dua buah frekuensi yaitu Very High Frequency (VHF) dan Ultra High Frequency (UHF). Kedua frekuensi ini telah sama-sama menggunakan satelit dan fiber optic sejak tahun 1970 untuk proses pengiriman informasi baik itu untuk siaran berita ataupun acara lainnya.   

                     Saat ini terdapat televisi layar lebar atau dikenal dengan High Definiton Television (HDTV). Selain itu berkembang pula penyiaran berita secara langsung dengan Electonic News Gathering (ENG) yang merupakan perlengkapan jurnalis melaporkan berita dari lapangan untuk diteruskan ke studio dengan mengirimkan sinyal menggunakan antena yang ada pada mini bus (van) khusus. Televisi digital menggunakan teknologi DBS yaitu sistem yang memberi kode pada transmisi video secara digital lalu diubah kembali pada bentuk analog supaya bisa ditampilkan dalam televisi dengan standar NTSC.
Last Updated ( Tuesday, 10 June 2008 )
 
< Prev   Next >
Support Local Literacy - Shop at BetterWorld.com

Statistics

Members: 606
News: 4801
WebLinks: 11
Visitors: 1838803

Paypal Donate

Copyleft@irwansyah.waena.org 2007
Send your inquiry, suggestion, and idea via email: irwansyah@waena.org

Creative Commons License

Except where otherwise noted, content on this site is
licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 License