Wise Words

To err is human, to forgive is out of the question.

 
Home arrow Blog arrow Internet Marketing : Strategi, Konsumen, Tren
Internet Marketing : Strategi, Konsumen, Tren PDF Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Written by Syarifah Nur Aida Jamalullail   
 

          Sebuah proses, yang meliputi beberapa tahap dan prosedur untuk mencapai tujuan yang diinginkan, juga dikenal dalam marketing. Konsep pendekatan marketing klasik mencakup empat tahap luas, yakni (1) Analisis pasar, perencanaan pasar,  implementasi, dan kontrol. Namun, seiring dengan berkembangnya teknologi dan hadirnya internet, konsep marketing pun berkembang pesat.

          

Internet marketing, adalah proses pembangunan dan pemeliharaan hubungan konsumen melalui aktivitas online untuk memfasilitasi pertukaran ide, produk, dan layanan yang memuaskan kedua belah pihak. Tak terbatas hanya pada satu definisi, perluasan akan definisi singkat dijabarkan dalam lima komponen, yakni :

(1) A Process

Proses dalam internet marketing meliputi 7 tahap, masing-masing tahap saling berkaitan dan menyokong satu sama lain

(2) Building and Maintaining Customer Relationships

Membangun dan memelihara hubungan konsumen, sejalan dengan tujuan dari marketing;

(3) Online

Sesuai dengan definisinya, internet marketing berhubungan dengan dunia internet

(4) Exchange

Inti dari segala macam konsep pemasaran, termasuk konsep internet marketing, adalah pertukaran. Istilahnya, pertukaran inilah yang menjadi jantung dari marketing. Di zaman yang sungguh maju saat ini, perusahaan harus siap untuk bertukar dengan media yang cross-channel.

(5) Satisfaction of Goals of Both Parties

Dan akhirnya, segala macam proses marketing haruslah berujung pada kepuasan dari masing-masing pihak yang terlibat dalam proses pertukaran tersebut.

            Internet marketing, seperti yang dijelaskan diatas, memiliki konsep 7 tahap terkenal dengan sebutan The Seven Stages of Internet Marketing, yakni :

(1) Setting Corporate and Business-Unit Strategy

Strategi bisnis adalah dasar pijakan bagi siapapun yang berkecimpung dalam marketing. Strategi perusahaan mengacu pada interrelasi antara berbagai unit bisnis dari firma, termasuk diantaranya segala hal yang harus diputuskan, didebatkan, dan diargumentasikan. Unit bisnis bertugas untuk fokus terhadap strategi untuk bersaing dalam persaingan kompetitif

(2) Framing the Market Opportunity

Tahapan kedua membahas tentang analisis mengenai kesempatan yang terhampar dalam pasar dan mengacu pada langkah pertama konsep bisnis, yakni mengumpulkan data offline dan online untuk menjadi acuan persaingan dalam dunia marketing

(3) Formulating the Marketing Strategy

Internet marketing berdasar kepada strategi marketing tentang korporasi, unit bisnis, dan segala hal yang berkaitan, yang dimiliki oleh suatu firma. Tujuan, sumber, dan apapun yang dilakukan dalam marketing, haruslah didasarkan pada strategi. Formulasinya harus tepat sasaran. Pada akhirnya, strategi harus dibuat berdasarkan data yang didapat baik secara online maupun offline.

(4) Designing the Customer Experience

Firma harus mengerti tipe konsumen yang akan mereka tangani dan segala macam latar belakang dan pengalamannya. Hal tersebut harus dikorelasikan dengan strategi marketing dan posisi firma. Lebih lanjut, pengalaman konsumen akan menjadi jembatan antara marketing dan program-ptogram yang menyokongnya.

(5) Designing the Marketing Program

Menyempurnakan langkah-langkah sebelumnya, yakni mendesain program marketing yang tepat bagi konsumen dan firma, dengan tujuan agar keinginan awal keduanya tercapai dan kedua belah pihak terpuaskan. Dalam desain program, maka harus dipikirkan tentang segmen target, target konsumen, dan sebagainya. Dalam hubungannya dengan konsumen maka ada empat aspek yang harus diperhatikan. Dasarnya adalah konsep Building and Nurturing Customer Relationships: koneksi atau ikatan yang tercipta antara firma dan konsumen. Ikatan ini bisa dibentuk dari aspek kognitif dan emosional. Ikatan ini dapat berujung pada komitmen, relasi, dan manifestasi yang sangat dalam terhadap suatu produk, merk, dan sebagainya. Empat aspek tersebut, yakni (1) Awareness: Konsumen menjadi sadar akan kualitas, integritas, kapabilitas, dan segala hal tentang sebuah firma melalui banyak cara, termasuk diantaranya dari mulut ke mulut, iklan televisi, program marketing online, dan banyak lagi yang intinya ingin memperkenalkan dan menguatkan kepercayaan konsumen; (2) Exploration: pada tahap eksplorasi, konsumen dan firma mulai untuk menginisiasi komunikasi dan aksi untuk melaksanakan evaluasi mengenai langkah dan proses yang mereka terapkan; (3) Commitment: pada konteks ini, komitmen dari konsumen sangat diperhatikan. Istilahnya, komitmen adalah state of mind, dimana ingatan dan kepercayaan akan suatu merk, produk, dan lainnya berada di posisi puncak fikiran kita; (4) Dissolution: pemutusan hubungan adalah hal yang paling tidak diingankan oleh konsumen maupun firma. Maka dari itu, hal ini jangan sampai terjadi, apalagi jika hubungan yang terjalin mempunyai prospek yang menguntungkan. Ikatan harus tetap dijaga dengan mempertahankan segala aspek yang sudah disebutkan diatas.

(6) Crafting the Costumer Interface

Internet telah bergeser menjadi salah satu pilar penting dalam marketing. Kini, interface atau penghubungan antara konsumen dan firma dapat dilakukan sekejap dengan melalui PC (Personal Computer), subnotebook, gadget digital, ponsel, layanan WAP, dan aplikasi serta peralatan yang dapat mengakses internet

(7) Evaluating the Marketing Program

Tahapan terakhir ini meluputi evaluasi dari segala langkah yang telah dilakukan tadi, yakni melihat apakah metriks kepuasan antara konsumen dan firma sudah seimbang.

            Pesatnya perkembangan teknologi memungkinkan segala hal dilakukan melalui internet. Tren yang berkembang dalam marketing interaktif diantaranya konsep Creating In-Store Traffic, yakni kecenderungan retailer untuk melihat web dan mengamati catalog via internet. Selain itu, Membership (Affinity) Clubs atau registrasi yang dilakukan konsumen terhadap basis data yang disediakan internet telah menciptakan pembelian yang signifikan. Namun tak dapat dipungkiri, bahwa fenomena Issues of Privacy and Security, yakni mengenai keamanan dan privasi menjadi perhatian tersendiri yang harus diperhatikan untuk memenuhi tujuan marketing.

                                                                                                                  

Referensi :

● Chaffey, D., Mayer, R., Johnston, K., dan Ellis-Chadwick, F. 2000. Internet Marketing: Strategy, Implementation and Practice. London: Prentice Hall, Inc. First Published. Chapter 1, Page 3-31

● Mohammed, R. A., Fisher, R. J., Jaworski, B. J., dan Cahill, A. M. 2000. Internet Marketing: Building Advantage in a Networked Economy. New York: McGraw-Hill, Inc. Second Edition. Chapter 1, Page 1-26

● Spiller, L., dan Baier M. 2009. Contemporary Direct and Interactive Marketing. New Jersey: Prentice Hall, Inc. Second Edition. Chapter 1, Page 1-26

Last Updated ( Wednesday, 17 February 2010 )
 
< Prev   Next >
Support Local Literacy - Shop at BetterWorld.com

Statistics

Members: 627
News: 4802
WebLinks: 11
Visitors: 1850409

Paypal Donate

Copyleft@irwansyah.waena.org 2007
Send your inquiry, suggestion, and idea via email: irwansyah@waena.org

Creative Commons License

Except where otherwise noted, content on this site is
licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 License