|
Bab 1 Teknologi sering dipertanyakan sebagai hal yang netral atau tidak. Bila dilihat berdasarkan konstruksi dasar mesin dan prinsip dasar dari mesin tersebut, maka teknologi dikatakan sebagai sesuatu yang netral. Namun apabila dilihat dari kegiatan-kegiatan manusia di sekitar teknologi yang mencakup kegunaan, fungsi benda tersebut sebagai sebuah simbol status sosial, suku cadang, kemampuan dari si pemilik dan lain sebagainya, maka teknologi dapat dikatakan tidak netral. Snowmobile merupakan salah satu bentuk contoh yang tepat. Pertama kali diperkenalkan di tahun 1960-an, snowmobile memberikan satu bentuk dimensi baru dalam olahraga musim dingin di Amerika Utara hingga kemudian meledak hingga angka penjualannya mencapai satu setangah juta unit. Namun ternyata tidak hanya di Amerika Utara, di Swedia, Greenland dan Artik Kanada, snowmobile juga menjadi suatu peralatan yang mendukung kehidupan komunitas disana. Penggunaan teknologi seperti snowmobile sebenarnya hanya sebagai alat pendukung berbagai macam gaya hidup, tergantung bagaimana orang tersebut ingin memanfaatkannya. Dalam mendefinisikan teknologi secara lebih tepat, penting untuk mempertimbangkan tentang manusia dan aspek sosialnya. J.K Galbraith mendefinisikan teknologi sebagai ‘suatu aplikasi ilmiah yang sistematis atau pengetahuan lain yang terorganisir untuk melakukan suatu bentuk praktek’ . Definisi ini mungkin terlihat sebagai definisi yang sempit, namun apabila dilihat lebih dalam, dapat dilihat bahwa Galbraith menganggap teknologi sebagai suatu aktifitas yang melibatkan organisasi-organisasi yang kompleks dan sistem nilai. Selain dari aspek teknis dan organisasi, kita juga harus memperhatikan teknologi dari aspek budayanya. Sebuah teknologi bisa mengalami kerusakan bukan hanya dikarenakan faktor teknis ataupun organisasi, tetapi juga dari aspek budaya, dimana manusia sebagai pengguna teknologi belum memiliki kesadaran untuk membiasakan diri memperhatikan dan merawat teknologi tersebut agar tetap berfungsi dengan baik. Contohnya, halte-halte bus TransJakarta yang ada di Jakarta. Kerusakan pada pintu otomatisnya bisa terjadi bukan hanya karena faktor teknis ataupun organisasi pemerintah yang kurang memperhatikan perawatannya, tetapi juga karena masyarakat yang belum memiliki kesadaran untuk ikut memelihara fasilitas umum tersebut. Bab 2 Kita terbiasa fokus pada hardware dibandingkan pada aktifitas manusia dalam teknologi. Namun hal itu akan dirasa kurang masuk akal apabila kita memikirkan mengenai konsep-konsep dasar yang sering terlupakan seperti ‘progress’. Wedgewood Benn memeberikan grafik skematik yang menunjukkan bagaimana komputerisasi, transportasi, komunikasi dan persenjataan berkembang, dan mendeskripsikan ini sebagai ‘a citizen’s guide to the history of technology’. Chauncey Starr berusaha menjelaskan lebih jauh dengan mengutip indeks teknologi yang mengkombinasikan hubungan faktor-faktor dengan efisiensi energi, output baja, komunikasi dan kemampuan manusia yang memiliki kuasa di bidang ilmu pengetahuan dan teknik. Perubahan dalam organisasi kerja tidak hanya mempengaruhi ritme kerja dan jam kerja yang tetap, tetapi juga mempengaruhi hal lain terutama divisi perburuhan. Tugas-tugas yang kompleks dipecah menjadi tugas yang lebih sederhana dan masing-masing dikerjakan oleh orang yang berbeda. Apabila memungkinkan, mesin atau alat-alat khusus diperkenalkan untuk membuat operasi-operasi dasar menjadi semakin sederhana, sehingga hanya sedikit kemampuan yang dibutuhkan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi jumlah kebutuhan pabrik akan buruh-buruh pekerja. Linear view merupakan sesuatu yang menampilkan tentang kemajuan, dimana perubahan, kestabilan , inovasi dan aspek organisasi termasuk didalamnya. Determinasi teknologi yang mewakili teknik-teknik tingkat lanjut dari sebuah proses perkembangan yang stabil yang menarik lingkup manusia secara bersamaan. Kemudian banyak masalah-masalah social yang mengacu pada ‘cultural lag’ yang muncul saat norma-norma sosial dan institusi gagal mengadaptasi perkembangan terakhir, sebagai contoh dapat kita katakan, TV kabel atau otomatisasi. Bab 3 Lewis Thomas, yang memiliki pengalaman sebagai kepala penelitian di bidang kesehatan, membagi konsep teknologi kedalam dua bentuk, yaitu ‘real-high technology’ dan ‘halfway technology’. ‘halfway technology’ menurut Thomas, dikatakan sebagai hasil teknologi yang baru setengahnya diketahui atau belum sempurna dan untuk menyempurnakannya, dibutuhkan riset-riset yang lebih dalam. ‘real-high technology’ dikatakan sebagai teknologi yang sudah sempurna dan efektif serta lebih efisien karna sudah dapat membantu dalam memecahkan permasalahan yang ada. Pada sebagian besar industri, perencanaan harus berdasarkan semacam ramalan mengenai kebutuhan-kebutuhan di masa yang akan datang. Seperti yang terjadi pada beberapa negara yang mengalami peningkatan kapasitas keuntungan dalam kurun waktu tahun 1970-an. Para peneliti mungkin tidak pernah menyangka untuk melihat terjadinya krisis ekonomi dalam periode tersebut, namun mereka sudah mempelajari penggunaaan listrik secara memadai, mereka mungkin juga sudah mengantisipasi mengenai dampak dari gas alam yang murah, kemungkinan munculnya kejenuhan pasar, dan cakupan yang lebih luas mengenai cakupan energi. Kontrol dari banyak pihak, seperti dari kalangan politisi ataupun pemerintah sangat diperlukan terhadap kemajuan teknologi agar kita tidak mendapatkan efek yang merugikan dari perkembangan teknologi itu sendiri. Tema utama dari buku tulisan pacey ini bukan secara spesifik membicarakan tentang lingkungan dan bahaya militer seperti yang sudah diperingatkan oleh yang lain, tapi tentang masalah kebudayaan yang berhubungan dengan semuanya. Sebagai contohnya, perkembangan sepeda motor di Jakarta. Para produsen motor di Jakarta mulai memproduksi motor dalam jumlah yang besar setelah melihat angka penjualan motor yang semakin meningkat dari tahun ke tahun dan di sisi lain, para konsumen hanya melihat dari segi kepraktisan yang akan mereka dapatkan ketika menggunakan sepeda motor. Kedua pihak tidak mempertimbangkan bagian lain dari teknologi, terutama efek negatif yang akan terjadi di kemudian hari, seperti meningkatnya polusi udara di Jakarta, timbulnya budaya tidak tertib lalu lintas, kondisi jalanan di Jakarta yang sudah tidak mampu menampung volume kendaraan bermotor yang semakin banyak dan lain sebagainya.
Readers have left 3 comments. No.3 Technology And Culture
Penulis sangat baik dalam memberikan contoh-contoh masalahnya, sangat jelas dan padat No.2 Technology And Culture
Penulis sangat baik dalam memberikan contoh-contoh masalahnya, sangat jelas dan padat No.1 Technology And Culture
Penulis sangat baik dalam memberikan contoh-contoh masalahnya, sangat jelas dan padat |