Wise Words

To err is human, to forgive is out of the question.

 
Home arrow Blog arrow Response Review 1 : Pacey - Chapter 1, 2 & 3
Response Review 1 : Pacey - Chapter 1, 2 & 3 PDF Print E-mail
User Rating: / 3
PoorBest 
Written by Kharisma Natalia   
Article Index
Response Review 1 : Pacey - Chapter 1, 2 & 3
Page 2

Technology : Practice and Culture

Olahraga musim dingin di Amerika Utara memberikan dimensi baru tentang teknologi pada tahun 1960an dengan diperkenalkannya motor salju. Dengan motor salju ini, warga diberikan kemudahan bermobilitas. Maka penjualan motor saljupun meingkat dua kali lipat. Daerah yang menggunakan motor salju ini semakin banyak. Dan fungsinya juga ikut berkembang. Tidak hanya sebagai sarana transportasi, tapi ada yang menggunakan sebagai menggembalakan domba. Banyak komunitas yang menggantungkan kelangsungan hidup mereka melalui motor salju ini.

Bisa disimpulkan, teknologi adalah netral secara budaya secara moral dan politik karena menyediakan teknologi yang mendukung kehidupan manusia. Namun teknologi juga memberikan kontribusi negatif misalnya, memberikan limbah yang tidak dapat diurai oleh alam. Jadi apakah teknologi itu netral secara budaya? Jawabannya harus dilihat dari konteks teknologi itu sendiri. Jika teknologi dilihat dari prinsip kerja maka teknologi itu netral. Namun, jika teknologi dilihat dari penggunaan dan peranannya sebagai sebuah simbol status maka budaya menjadi tidak netral.

Dalam bab ini terdapat istilah technology practice yang terdefinisi tergantung oleh aspek teknis, organisasional dan budaya. Artinya, technology practice adalah penerapan ilmu pengetahuan untuk membangun sesuatu yang dikendalikan oleh manusia dan mesin.

Perkembangan teknologi semakin cepat namun dibutuhkan aspek organisasional dalam penerapannya. Pengenalan terhadap dasar-dasar teknologi menyadarkan kita tentang teknologi dari sudut pandang budaya. Untuk penerapan teknologi yang baik dibutuhkan kerjasama yang seimbang dari berbagai aspek. Namun efek negatif dari teknologipun tidak terhindarkan. Efek-efek ini membuat adanya penolakan terhadap teknologi dengan berbagai alasan.

Teknologi juga tidak terlepas dari aspek politik. Jika kita melihat beberapa proyek utama yang berkaitan dengan teknologi seperti nuklir, selalu dekat dengan isu kekuatan politik, prestise pemerintah dan kekuatan penasihat teknis mereka.

Jika nilai-nilai teknologi yang mendasar ini dipahami, kita dapat melihat adanya politikus dapat memanipulasi namun ternyata bergerak diluar kekuatan mereka.

 

Beliefs about Progress

Sangat dimengerti ketika berpikir tentang mesin tertentu, biasanya kita berfokus pada perangkat keras daripada aktivitas manusia. Teknologi berkembang melalui penemuan-penemuan spesifik seperti mesin print, kompas magnet yang menjadi bukti nyata. Sistem kerja berjalan baik karena terdapat organisasi yang baik dengan pembagian kerja yang tepat. Teknologi juga mendukung faktor-faktor kekurangan SDA.

Terdapat 2 pandangan terhadap kemajuan ini, pandangan linear grafik lurus dan pandangan linear grafik tidak teratur. Pandangan linear grafik lurus memiliki konteks pertimbangan inovasi sedangkan pandangan linear tidak teratur berkonteks mengutamakan inovasi. Kemajuan teknologi ini menghasilkan culture lag ketika kemajuan teknologi berbenturan dengan norma sosial dan institusi. Kemajuan ini diukur dari semua faktor yang terdapat didalamnya. Teknologi juga menghasilkan social cost yaitu pengukuran biaya dan manfaat. Untuk mengurangi social cost antara lain dengan cara konversi energi dan daur ulang.

Kemajuan teknologi terjadi dimana saja. Dan dalam perjalanannya, resesi pun terjadi didalam dunia teknologi. Dampaknya terjadi pada ekonomi pasar, masyarakat dan kebijakan. Dalam pandangan linear, kemajuan teknologi menekankan pada perangkat keras saja. Mengacu pada pandangan ini, pengguna teknologi semestinya lebih kreatif agar tidak bergantung pada teknologi sehingga dampak negatif dapat dikurangi.

 

The Culture of Expertise

Seorang profesional bidang kesehatan, Lewis Thomas, membagi teknologi menjadi 2 jenis yaitu real high technology dan halfway technology. Real high technology adalah teknologi yang efektif dan tidak mahal. Sedangkan halfway technology adalah teknologi yang dalam penggunaannya dibutuhkan riset lebih mendalam.

Teknologi yang tahan lama harus higienis dan dirawat. Pembersihan peralatan rutin berkaitan dengan karakter individu dan higienisitas. Perawatan ini dapat dikatakan sebagai real high technology karena bersifat rutin. Sedangkan higienitas tergolong dalam visible technology karena tidak terlihat langsung.

Dalam industri, perencanaan adalah hal penting. Perencanaan menyangkut perkiraan atas permintaan pasar terhadap teknologi tersebut. Hal ini sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi masalah-masalah yang tidak terduga. Menurut para ilmuwan, salah satunya adalah Edward Teller berpendapat, teknologi tidak hanya digunakan untuk penelitian murni namun terdapat motif lain yaitu motif politik. Misalnya Amerika Serikat yang menggunakan teknologi untuk kebutuhan perang. Semakin canggih teknologi pertahanan yang dimiliki membuat kans kemenangan lebih tinggi. Padahal untuk menghentikan perang senjata, dibutuhkan pendekatan dalam mengontrol teknologi.

Perang senjata adalah contoh buruk dari kemajuan teknologi. Teknologi pertahanan yang senakin maju tidak hanya menyebabkan masalah militer tapi juga masalah sudut pandang. Pengetahuan yang bertambah menyebabkan aspek budaya mengalami kemunduran. Para ilmuwan bersikap melihat sebuah permasalahan atau kendala hanya dari satu sisi saja padahal permasalahan yang terjadi dilatarbelakangi banyak hal dan dapat berdampak bagi kepentingan orang banyak. Intinya, setiap permasalahan timbuk akibat faktor yang terjadi sebelumnya. Permasalahan ini pastinya berdampak pada setiap sisi kehidupan manusia.

Ternyata kemajuan teknologi memiliki kebatasan. Pengguna teknologi itu sendiripun semestinya tidak bergantung pada teknologi. Tidak dapat dipungkiri, setiap ilmuwan memiliki persepsi atas permasalahan berbeda-beda. Sehingga setiap ilmuwan memiliki pengetahuan yang luas dan didukung dengan dimensi ilmu lain. Kata akhirnya adalah setiap penggunaan teknologi sebaiknya digunakan secara bijak.

Readers have left 7 comments.
No.7 setuju
saya setuju bahwa perencanaan dibutuhkan dalam perkembangan teknologi. selain membuat teknologi menjadi tahan lama, perencanaan yang matang juga akan mengurangi terciptanya produk-produk gagal.
No.6 ralat
waw, maaf kak ima.. kayanya di previous komen saya, saya salah sebut nama.. soalnya bacanya berbarengan sama punya azel.. sekali lagi maaf atas kesalahan saya
No.5 nice
waw, overallnya bagus.. tapi masih ada typing error sama ada beberapa istilah inggris yang lupa di italic kak ima.. nice review..
No.4 nice
reviewnya azel ini tidak terlalu panjang dan enak untuk dibaca. tapi kalo mau diteliti masih ada typing error dan ada istilah inggris yg ga di italic. tapi secara overall bagus kok..
No.3 Nice
Rangkuman ini cukup menjelaskan keseluruhan tugas.. Per bab nya juga dapat dimengerti.. Nice..
No.2 setuju banget
kesimpulan the culture of expertise nya well translate...
jadi bisa paham sebagai "user"...
Please login or register to post comments.


Last Updated ( Wednesday, 17 February 2010 )
 
< Prev   Next >
Support Local Literacy - Shop at BetterWorld.com

Statistics

Members: 627
News: 4802
WebLinks: 11
Visitors: 1850394

Paypal Donate

Copyleft@irwansyah.waena.org 2007
Send your inquiry, suggestion, and idea via email: irwansyah@waena.org

Creative Commons License

Except where otherwise noted, content on this site is
licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 License