|
Written by Menar Rizie Gusman Hawa
|
|
Menar rizie Gusman Hawa (0906613525) Analisis Konsumen 1 - Chapter2,3 Pada hari Sabtu sore, Andy menghabiskan waktu sore berjalan-jalan di sebuah Mall di daerah Jakarta Selatan. Sebelum menjalankan niatnya, Andy mengenyangkan perut terlebih dahulu di rumahnya karena berpikiran agar ia tidak menghabiskan uangnya untuk makan lagi di Mall tersebut. Namun, saat sedang asyik berjalan-jalan, selera makan Andy tiba-tiba tergugah kembali saat melewati sebuah toko roti ‘Bread Talk’. Aromanya membuat selera makan Andy tiba-tiba membuncah. Andy lalu mendekati toko roti tersebut. Saat memasuki toko ‘Bread Talk’ Andy tertarik dengan deretan roti-roti yang dihias dan ditata apik di sebuah display kaca. Keinginan Andy untuk mencicipi kue yang tersedia pun semakin menjadi. Akhirnya Andy pun membeli beberapa kantong roti dan kue untuk memuaskan keingintahuan tentang produk tersebut. Ternyata apa yang dipikirkan Andy pun benar adanya, rasa yang di tawarkan oleh ‘Bread Talk’ memang seenak persepsi yang rasakan oleh Andy sebelumnya. Melalu persepsi aroma yang lezat, perut Andy tergoda untuk mencicipi rasanya. Setelah mendekat dan melihat keindahan kue-kue yang ditata apik, (vision perception) Andy merasa lebih yakin untuk membelinya. Dan saat melakukan suapan pertama, ternyata rasa yang ditawarkan oleh ‘Bread Talk’ sesuai dengan persepsi Andy sebelumnya. Karena persepsi tersebut berbanding lurus dengan kenyataan maka, terjadi positive behaviour dalam types of reinforcement produk tersebut. Artinya Andy menjadi konsumen yang loyal untuk melakukan pembelian roti ‘Bread Talk’ lagi.
No one has commented on this article. |
|
Last Updated ( Thursday, 11 March 2010 )
|