|
Written by zeisha kalahari
|
Zeisha Mutri Kalahari090614010 / S1 ekstensi Komunikasi-PeriklananAnalisis KonsumenReview : Chapter 2 dan 3 ( Consumen as Individuals , Perceptions, Learning and Memory )Dalam pemasaran sebuah produk,seorang produsen harus memikirkan tidak hanya keberhasilan produknya di pasar namun juga memikirkan apa yang diinginkan seorang konsumen sebagai individu. Saat ini konsumen di bombardir oleh ragam warna,bunyi/suara dan tampilan sebuah produk, radio dan TV komersial ( Consumer as Individual pg. 78. Solomon, Michael R. (2009). ). Para marketer memancing perhatian konsumen di seluruh dunia dengan berbagai macam sensasi dan stimuli agar konsumen tertarik dengan produk mereka. Seorang konsumen menyerap sensasi dan stimuli tersebut dengan persepsi yang berbeda, dan melalui pembelajaran serta memori mereka berdasarkan keinginan dan pengalaman merekaSensasi yang dimaksud diatas adalah tanggapan atau response yang cepat oleh reseptor (mata,telinga,hidung,mulut dan jari-jari mereka ) dihubungkan dengan cahaya,warna,suara dan tekstur. Persepsi adalah proses dimana seorang konsumen memilih,mengorganisir dan menjabarkan sensasi-sensasi tersebut, hal tersebut memfokuskan kepada bagaimana cara produsen untuk mengolah sensasi-sensasi tersebut agar pesan tersampaikan secara tepat.Sebuah produk yang memiliki kualitas pengolahan sensasi yang unik memainkan peran yang sangat penting dalam membantu sebuah produk berbeda dengan produk lain dalam pasar. Komposisi warna,suara, cahaya dan tekstur di berbagai negara mengartikan hal-hal yang berbeda. Contohnya di Jepang,warna hitam diartikan sebagai lambang kekuatan,keperkasaan,kekuatan namun di negara lain warna hitam diartikan sebagai tanda berkabung. Warna putih menunjukan kepolosan dan warna yang suci dan sebagainya. Produsen juga harus jeli melihat hal-hal tersebut, karena warna menunjukan reaksi emosional, sehingga hal tersebut merupakan hal utama dalam desain produk dan kemasan. Kelima panca indera seorang konsumen sangat menentukan dalam pemilihan sebuah produk. Melalui kelima panca indera tersebut, secara tidak langsung sangat menentukan dalam pemilihan,penentuan keputusan untuk membeli dan memakai seorang konsumen dalam melihat,menyentuh,mendengar sebuah produk.
Analisis Kasus : Untuk menjabarkan konsep diatas, kasus yang akan diangkat adalah pemilihan seorang konsumen memilih sebuah produk Rokok yaitu Marlboro lights, ketika diwawancarai konsumen tersebut menyatakan bahwa pertama kali ia memilih rokok tersebut melihat dari kemasannya terlebih dahulu, Marlboro Lights memiliki dominan warna putih dan warna emas di beberapa sisi depan kemasan rokok tersebut. Konsumen memilih rokok itu karena warnanya sederhana. Bentuk kemasan itu setelah di genggam juga pas di tangan, ringan dan mudah dibawa kemana-mana. Dalam iklan komersial yang ditayangkan di televisi, sang konsumen berpendapat bahwa iklan yang memperlihatkan koboi-koboi Amerika sedang berkuda di pegunungan sangat menunjukan sisi kejantanan dan kekuatan pria, hal itu juga didukung dengan komposisi warna dan cahaya yang menunjukan suasana alam pegunungan Amerika yang berpasir dan berkesan liar. Menurut pengalaman sang konsumen sebelumnya, ia berpindah ke rokok Marlboro Lights karena tidak menemukan rokok yang sesuai ketika dihisap. Pemilihan produk juga didukung oleh keinginan sang konsumen agar dapat mewakili pribadi dan jati dirinya yang ingin diekspresikan kepada orang lain. Merk Marlboro sudah menjadi Top of Mind bagi perokok pada umumnya. Sangat mudah menemukan produk rokok tersebut karena sebaran penjualan produknya dimana-mana, sehingga konsumen memiliki kemudahan dalam mencari produk tersebut. Jika dibandingkan dengan produk local maupun produk luar sejenisnya, contohnya Dji sam Soe ( local), Dunhill ( international), Sampoerna ( local ) dan sebagainya, Marlboro yang digawangi Philip Morris memiliki cita rasa tembakau tersendiri dan rasa yang khas dan memiliki keunikan yang berbeda.No one has commented on this article. |
|
Last Updated ( Thursday, 11 March 2010 )
|