Me :hello God :Hello friend. What is your name? Me :my name is afif God :Nice to meet you, afif. Me :where are you? God :I am in Myself's computer in Heaven. Where are you? Me :im in jakarta God :Tell me a little about your life in jakarta. Me :can you tell me what is my friend doing now? God :Right now? Is this a trick question? Me :no, just answer it God :It seems like a trick to me. Please rephrase your question, afif. Me :zzzz God :My brain uses AIML to format responses to your inputs, but I don't have one for that. Me : so you are program? God :Interesting deduction. I will tell my botmaster you said I am program. Me :whos the botmaster? God: The botmaster is you, the master of your chat robot. A botmaster runs program B and creates or modifies a chat robot with the program's graphical user interface (GUI). He or she is responsible for reading the dialogues, analyzing the responses, and creating new replies for the patterns detected by program B. Botmasters are hobbyists, webmasters, developers, advertisers, artists, publishers, editors, engineers, and anyone else interested in creating a personal chat robot. Me :sucks, u talk like dictionary God :What do you have that is ? Me :zzzzz God :How do you usually introduce yourself? Me :enough said God :OK let's stop it now. Me :why you keep replying me? God :Myself programmed me for it. Me :AHA! you are a program, not god God :Eureka! Thanks and you are a delightful person too. Yes! You win the Turing Game. Me :okay bye bye God :See you later. See you later. OK with me too. itu adalah cuplikan percakapan saya dengan Artificial Intellegence (AI). Anda dapat mencobanya sendiri pada situs : http://www.titane.ca/igod/ lalu apa yang dimaksud dengan AI? Sebelum membahas itu lebih baik kita mengetahui bagaimana pekembangan komputer dan teknologinya. Anak kecil pada masa kini tumbuh dalam budaya komputer, bahkan adik saya yang memasuki kelas 4 SD sudah menganggap komputer sebagai temannya, entah itu digunakan untuk bermain games, menggambar, bahkan online facebook dan lainnya. Adik saya sudah mendapat pelajaran Teknologi informasi dan komunikasi pada usia dini, ini yang membedakan generasi sekarang dengan generasi saya yang baru mengenal internet ketika SMP. Bagaimana dengan generasi yang lebih lampau? Pada tahun 80 an, anak kecil menganggap bahwa sesuatu yang dapat bergerak dan melakukan segala sesuatu disebut ‘hidup’. Namun seiring perjalanan manusia dan pembelajarannya, sang anak dapat membedakan antara komputer dan manusia terdapat bukti yang kuat menyatakan bahwa komputer tidak sungguh-sungguh hidup melainkan dijalankan dengan program. Masa ini disebut post modern machine Hingga saat ini, masih ada orang yang terjebak antara dunia nyata dengan khayalan yang diciptakan oleh perangkat lunak dari komputer. Bahkan terkadang teknologi ini bersifat reaktif dan interaktif yang mempengaruhi kondisi psikologis seseorang. Contohnya pengangguran yang biasa di masyarakat, dapat sangat dihormati di dunia maya melalui grup-grup diskusi seperti kaskus, formspring, kapanlagi, dan lainnya, ataupun pada game-game online seperti Ragnarok, Vital Sign, Counter Strike, Ayodance, serta banyak lainnya. Para ilmuwan menciptakan Artificial Intellegence yang diharapkan dapat menyaingi kepintaran manusia, dalam hal ini Alan Turing mengadakan suatu penelitian yang disebut Turing Test dimana seorang individu akan dipersilahkan untuk mengobrol dan bertanya kepada seseorang yang dirahasiakan namanya, jika orang tersebut percaya, maka AI dianggap berhasil, ini sudah saya buktikan pada dialog saya dengan ‘GOD’ diatas. Selain itu, AI tidak hanya sebatas perangkat lunak yang dapat meniru manusia untuk dapat hidup dan menjadi teman bicara, ada juga AI yang dibuat untuk membantu kehidupan manusia seperti robot-robot yang digunakan dalam pabrik, sampai robot yang menyerupai manusia yang memiliki banyak ekspresi serta tiruan gerakan manusia. Namun sepintar apapun ilmuwan menciptakan AI, sampai Strong AI yang berusaha menirukan otak manusia, tidak akan sama seperti manusia itu sendiri, karena AI bergerak tanpa rasionalitas dan kesadaran akan perbuatannya, yang paling penting tidak memiliki hati, melainkan hanya mengandalkan database untuk memecahkan persoalan. Hal ini didukung oleh Sherly Turkle. Manusia adalah makhluk organis yang dilahirkan, memiliki sel serta koordinasi otak yang sempurna. Jika kita berpendapat bahwa kita dikalahkan oleh AI, hal itu tidak dibenarkan. Karena manusialah yang kurang menggali potensi dirinya. Perkembangan AI sendiri tidak hanya sebatas itu saja, ilmuwan terus melakukan inovasi terhadap teknologi ini, intinya mereka ingin suatu saat manusia hanya tinggal bergantung pada teknologi, yang bersifat memudahkan kehidupan manusia. Dari konsep ini muncullah yang disebut Artificial Life atau yang biasa disebut A-Life. A-Life bertujuan untuk membuat manusia merasakan kehidupan di luar dunia nyata dan mencoba membuat skenario hidup dalam dunia maya. Kita akan memiliki avatar dalam menjalankan kehidupan di dunia maya. Avatar adalah bentuk tiga dimensi maupun dua dimensi tentang gambaran seorang pengguna komputer yang mewakili dirinya, yang biasanya digunakan pada game-game komputer, situs-situs jejaring sosial, dan forum-forum internet. Kecerdasan dari AI maupun A-Life tidaklah dapat disamakan dengan kecerdasan manusia. Kecerdasan yang dibuat dan dimasukkan ke dalam suatu mesin ataupun program tidak dapat menggantikan manusia secara sempurna. Yang perlu kita perhatikan ialah bagaimana kita memanfaatkannya untuk kebaikan dan kemudahan kita sendiri. Jangan sampai kita terjebak dalam dunia maya melebihi kehidupan kita pada dunia nyata. Referensi : Turckle, Sherry. 1995. Life On The Screen: Identity In The Age Of The Internet. New York: Touchstone Readers have left 3 comments. No.3 Komentar Response 3
Ternyata kita bisa ngobrol dengan Tuhan lewat AI! Kapan ya kita bisa ngobrol dengan AI-nya Einstein?  No.2 good
Good! lucky you found God........... No.1 Patricia Andika
Praktek langsung bersama AI; chatting dengan "Tuhan". Like this :) |