|
“Kepada Kakek dan Nenek tersayang…”
Kata-kata diatas semakin sulit kita temukan tertulis pada secarik kertas. Masih ingatkah anda ketika menulis surat pada kakek dan nenek dulu? Terimakasih kepada Graham Bell yang menciptakan telepon di tahun 1800-an. Kini, manusia tidak lagi direpotkan dengan perangko dan kantor pos, apalagi rasa rindu kepada sanak saudara di seberang sana. Hanya dengan angkat dan tekan, buah karya Graham Bell akan denagn sigap bekerja menghubungkan seorang (bahkan beberapa sekaligus) dengan yang lain, melintasi ruang tanpa jarak dengan begitu cepatnya. Di sini malam, di sana pagi? Tak jadi masalah. Telepon merupakan salah satu contoh dari kemajuan teknologi yang bertujuan untuk mempermudah komunikasi antarmanusia. Mengingat bahwa telepon telah menjadi suatu kebutuhan pokok bagi manusia, tentu tidak ada salahnya bila kita mengetahui cara kerja teknologi ini, bagaimana proses yang terjadi di dalam telepon saat sedang digunakan, serta apa saja komponen yang terdapat di dalamnya. Membahas tentang bagaimana telepon bekerja dan apa saja yang mendukungnya tentu tidak akan terlepas dari istilah ”PSTN to CPE” . Istilah telekomunikasi ini mungkin masih terdengar asing bagi masyarakat pada level users. “PSTN to CPE” adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan proses kerja komunikasi melalui telepon; dari kantor pusat sampai ke rumah masing-masing pengguna layanan. PSTN yang merupakan kependekan dari Public Switch Telephone Network ini merupakan pusat atau core dalam proses pengiriman suatu pesan. Dengan kata lain, PSTN adalah suatu sistem yang dirancang untuk menghubungkan sender dengan receiver melalui sebuah jaringan yang terdiri dari bagian-bagian seperti copper, satelites, fixed wireless, mobile circuits, dan fiber optic.. Pesan yang dikirim oleh sender ini akan disalurkan dengan PSTN melalui kabel dan sirkuit nirkabel sehingga dapat diterima oleh receiver dimana pun ia berada. PSTN memiliki lima komponen dasar yang diantaranya meliputi telepon, network access, central offices (Cos), trunks and special lines, dan juga CPE (Customer Premis Equipment). Saat bekerja, PSTN rupanya tidak langsung mendistribusikan nomor-nomor teleponnya kepada pelanggan, melainkan terlebih dahulu melalui apa yang disebut dengan MDF. MDF (Main Distribution Frame )ini berfungsi untuk menampung nomor yang kemudian didistribusikan ke DP (Distribution Point) supaya tidak saling bertabrakan. DP memiliki tugas untuk mendistribusikan nomor ke pengguna. Pendistribusian nomor ke pengguna ini lah yang dinamakan dengan CPE. Terdapat dua metode dasar dalam melakukan proses pengiriman signal atau yang biasa disebut dengan signaling untuk penyampaian informasi, yaitu dual tone multifrequency (DTMF) dan rotary (pulse) dialing. DTMF adalah metode telepon yang bekerja secara digital dengan menggunakan tombol-tombol (dial pad), sedangkan rotary (pulse) dialing adalah metode telepon yang masih memakai sistem analog layaknya telepon jaman dulu dengan tombol putarnya yang terkenal klasik. Trunks and lines yang disebut dalam komponen PSTN tidak lain dan tidak bukan adalah saluran telepon. Melalui central office (CO), saluran ini menyediakan koneksi dari pengguna, baik pengguna residensial maupun bisnis ke switched network. Dua jenis saluran yang digunakan antara lain adalah loop start dan ground start. Saluran Loop start merupakan saluran telepon sederhana yang umumnya terdapat di rumah-rumah tempat tinggal atau dengan kata lain, bersifat residensial. Saluran Loop start ini tersusun sebagai rangkaian seri. Jadi, jika ada salah satu telepon mati di suatu rangkaian, telepon lainnya yang berada dalam rangkaian yang sama secara otomatis akan ikut mati. Alasan ini membuat saluran Loop Start kurang praktis bila digunakan oleh para pebisnis. Untuk itu, terdapat jenis saluran lainnya, yakni saluran jenis Ground Start yang direkomendasikan untuk mereka. Jenis Ground Start ini lebih fleksibel karena dapat dihubungkan langsung dengan jaringan tertentu tanpa perlu berbicara kepada operator terlebih dahulu. Untuk menghubungkannya ke jaringan, sistem ini menggunakan koneksi Private Automatic Branch Exchange (PABX). Misalnya, ketika kita ingin menghubungi divisi tertentu di suatu kantor, operator cukup menekan salah satu tombol angka. Kemudian, secara otomatis kita akan terhubung ke divisi yang kita tuju. Sistem PABX ini juga dimanfaatkan oleh hotel-hotel dalam meneruskan panggilan dari satu kamar ke kamar yang lain atau seperti pada saluran telepon jarak jauh (SLJJ), dimana saat kita menelepon ke luar kota, langsung dapat terhubung dengan orang di kota tersebut setelah terlebih dahulu menekan kode telepon daerah yang dituju. Penggunaan kabel-kabel tentu tidak dapat dilupakan begitu saja saat kita membicarakan tentang penyampaian pesan melalui telepon. Ada tiga jenis kabel yang memiliki peran penting dalam proses penyampaian informasi. Jenis-jenis kabel tersebut antara lain adalah copper (twisted pair), coaxial, dan fiber optics. Copper atau twisted pair adalah jenis kabel yang paling sederhana dan konvensional. Bagian dalam kabel ini terbuat dari tembaga sehingga harganya relatif murah dan lebih banyak dikenal masyarakat awam karena sudah sering digunakan sebagai kabel telepon. Pada umumnya, telepon yang menggunakan kabel jenis ini adalah telepon rumah. Jenis kabel copper atau twisted pair memiliki beberapa kekurangan yang antara lain adalah jaraknya yang pendek serta mudah terpengaruh oleh gangguan dari luar. Kecepatan data yang bisa didukung juga terbatas, hanya sekitar 10-16 Mbps. Jenis kabel yang kedua adalah kabel coaxial. Kabel jenis ini juga terbuat dari tembaga. Namun, ukurannya lebih besar dari kabel jenis twisted pair dan ujungnya dilapisi oleh metal (baja). Harga kabel jenis ini pun relatif tidak mahal. Kabel jenis coaxial memiliki beberapa kelebihan dari jenis twisted pair. Kelebihan-kelebihan tersebut antara lain adalah kemampuan untuk menempuh jarak yang relatif lebih jauh dan memiliki kecepatan pengiriman data sebesar 30Mbps; lebih tinggi dibandingkan dengan jenis twisted pair. Jenis kabel coaxial ini umumnya digunakan untuk televisi. Kemudian, jenis yang ketiga adalah fiber optics. Jenis ini berukuran paling kecil, terbuat dari serat kaca, dan memiliki kecepatan yang paling tinggi di antara jenis-jenis lainnya. Kelebihan yang dimiliki kabel jenis fiber optics adalah penggunaan cahaya sebagai medium yang dapat membawa informasi, sehingga kapasitasnya dapat menjadi sangat besar mencapai milyaran bit per detik dan dapat memungkinkan informasi dapat mencapai jarak yang sangat jauh serta cenderung lebih sulit untuk dipengaruhi gangguan. Namun, harga dari kabel jenis fiber optics tergolong mahal dan pemasangannya pun masih relatif lebih sulit dibandingkan kedua jenis kabel lainnya. Fiber Optics dapat dipasang di tempat-tempat seperti gedung-gedung bertingkat atau pada wilayah-wilayah yang sulit dijangkau seperti wilayah pegunungan dan penambangan. Penggunaan kabel jenis fiber-optics ini dapat ditemukan juga dalam industri yang berhubungan dengan studio TV. Di dalam bidang teknologi komunikasi, fiber-optics didukung juga oleh kerja kabel, satelit maupun telepon. Sekarang, kita telah memiliki sedikit gambaran mengenai alat teknologi komunikasi yang berhasil membuat kakek dan nenek tidak lagi menerima surat dari cucu-cucunya. Cukup dengan menekan nomor tujuan, pesan dapan dikirim secara lisan dan langsung dapat diterima oleh penerima yang tersayang di sana. “Halo, bisa bicara dengan Kakek dan Nenek…?”
Sumber: Jones, S., Kovac, R., & Groom F. M. (2009). Introduction to Communication Technologies: A Guide for Non-Engineers. Boca Raton, FL: CRC Press. Readers have left 2 comments. No.2 menarik..
bagus juga,,,,,telepon untuk menyambung tali persaudaraan...hehe  No.1 baguss
judulnya bagus dehh sayangss apa gue bilang everybody can write. dan hidup lo gag menyedihkan.  |