Wise Words

To err is human, to forgive is out of the question.

 
Home arrow Blog arrow Technology: Practice and Culture
Technology: Practice and Culture PDF Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Written by Nazianda   

                                                Praktek dan Budaya (AP) 

Mempertanyakan netralitas

Teknologi bisa diterima oleh kebudayaan yang berbeda. Pada bab ini contoh yang diilustrasikan adalah penggunaan teknologi mobil salju yang diciptakan oleh Joseph-Armand Bombardier dari Valcourt, Quebec. Mobil salju sekarang ini sudah menjadi bagian dari berbagai komunitas di Swedia, Greenland, dan Kanada. Dengan gambaran ini maka timbul anggapan bahwa teknologi bersifat netral secara budaya, moral dan politik, serta menyediakan alat system nilai yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kebutuhan mecam kebutuhan serta gaya hidup. Teknologi tidak bisa disalahkan pada berbagai kejadian seperti kerusakan akibat nuklir, kelaparan, dsb, tapi karena teknologi sudah disalahgunakan oleh politisi, militer, pelaku bisnis dan lain-lain. Bila dilihat dari konstruksi dari dasar mesin dan prinsip kerjanya, teknologi memang bersifat netral. Tapi bila ditelaah dari pola hidup manusia di sekitar teknologi meliputi praktek penggunaan, perannya sebagai status symbol, suplai bahan baker dan suku cadang, serta keahlian dari penggunanya maka teknologi tidak lagi netral. Jadi kata teknologi sendiri bisa memiliki arti dan menimbulkan persepsi yang berbeda tergantung penggunaannya. Contohnya adalah penggunaan kata ‘medical practice’ dan ‘medical science’. Tentu dua kata ini menimbulkan arti yang berbeda. Apabila ‘medical science’ mengarah pada ilmu dan teknik yang digunakan secara luas, maka ‘medical practice’ terbatas pada kepentingan organisasi untuk memanfaatkan ilmu kedokterannya termasuk dasar pengetahuan teknis, serta aspek organisasi dan budayanya. Masing-masing dokter atau rumah sakit akan akan terasa berbeda karena tergantung dari rasa terpanggil, nilai-nila personal dan kepuasan masing-masing dokter dan kode etik dari profesinya, meskipun ‘medical science’nya sama. Begitu juga dengan mobil salju yang mungkin mengabaikan kebutuhan khusus dari orang Eskimo dan Lapps, tetapi ada dasar pengetahuan, teknik dan prinsip dasarnya pada mesin yang memiliki validitas universal yang bisa diterapkan di mana saja di seluruh dunia.

Masalah definisi

Dalam menjelaskan konsep dari teknologi-praktek secara tepat penting dipikirkan aspek manusia dan sosialnya, dimana sisi ini sering diabaikan, termasuk nilai-nilai personal dan pengalaman individu pada kerja teknis. Untuk orang-orang yang berpikir secara politis, aspek organisasi paling penting dalam teknologi-praktek. Aspek-aspek ini mewakili banyak bentuk dari administrasi dan kebijakan public, berhubungan dengan aktivitas perancang, para ahli mesin, teknisi, dan pekerja produksi dan juga kepedulian pada pengguna dan konsumen dari produk apa pun itu. Banyak juga yang mengidentifikasi teknologi dari aspek teknikal karena berhubungan dengan mesin, teknik, pengetahuan dan aktivitas penting dari membuat semuanya berjalan. Keluar dari itu semua ada nilai-nilai yang bisa mempengaruhi kreativitas dari perancang dan investor. Bersama dengan berbagai kepercayaan serta cara berpikir yang menjadi karakteristik dari teknikal dan aktivitas keilmuan bisa dikaitkan dengan aspek budaya dari teknologi-praktek. Kebudayaan berkaitan dengan nilai-nilai, ide, dan aktivitas kreativitas. Ketiga hal ini bisa digambarkan dalam segitiga yang memperlihatkan konsep dari teknologi-praktek. Juga bisa terlihat bahwa teknologi bisa digunakan secara terbatas ataupun secara umum. Ketika dibicarakan secara terbatas, nilai budaya dan factor organisasi berada di luar itu. Tetapi dengan pengertian umum, teknologi bisa disamakan dengan teknologi-praktek yang memiliki nilai dan tidak netral. Menurut J.K.Galbraith teknologi merupakan aplikasi sistematik ilmu pasti dan pengetahuan pada pekerjaan praktis. Teknologi dipandangnya sebagai aktivitas yang melibatkan organisasi kompleks dan sistem nilai. Definisi ini lalu diperluas mencakup tidak hanya benda mati tetapi juga organisme seperti di bidang pertanian, ilmu gizi dan kedokteran menjadi : aplikasi sistematik ilmu pasti dan pengetahuan lain pada pekerjaan praktis dengan system teratur yang melibatkan manusia dan organisasi, benda hidup, serta mesin.Kebingungan dalam mendefinisikan kata teknologi tidak mengejutkan karena dua kata sifat teknikal dan teknologikal juga menimbulkan kerancuan. Penulis menyimpulkan bahwa apabila berbicara menyangkut aspek teknikal maka digunakan kata teknikal, tetapi bila meliputi aspek budaya dan organisasi maka digunakan kata teknologikal karena tidak terbatas pada bentuk teknikal.  

Nilai Latar Belakang

Satu masalah yang timbul akibat kebiasaan penggunaan kata teknologi pada makna yang lebih terbatas adalah beberapa aspek yang lebih luas dari teknologi-praktek menjadi dilupakan. Di balik perdebatan mengenai sumber dan lingkungan ada kesilapan mengenai apa sebenarnya kegunaan dari teknologi. Bahkan pada level terendah pun beberapa proyek gagal menyelesaikan masalahnya dan berakhir dengan ketidakpuasan teknikal akibat tidak mengindahkan faktro organisasi. Sangat sering ditemui keadaan dimana pengguna alat dan pola organisasi terlupakan. Dengan contoh kasus mobil salju kita melihat bahwa mesin dirancang sebagai respon pada nilai dari satu budaya yang memerlukan solusi baik dan cocok dengan tujuan yang lain. Contoh dari kasus ini adalah tentang penggunaan pompa air di India dimana mudah sekali terjadi kerusakan. Meskipun telah dikoreksi beberapa kali tapi tetap saja terjadi kerusakan. Kebanyakan orang berpikir bahwa terjadi kesalahan dari aspek teknikal dan pentingnya teknologi tersebut diperbaiki. Para profesional teknologi merasa bahwa masalah yang dihadapi berdampak social tetapi sekaligus merasa tidak pasti bagaimana harus menanganinya karena untuk menangani detil teknikal dan melupakan aspek lainnya adalah pilihan yang mudah, dan mereka memang diajarkan untuk itu. Pada kasus ini, langkah penting lalu terjadi ketika salah satu staf mulai memperhatikan riwayat dari kerusakan masing-masing pompa lalu menjadi mudah baginya untuk merubah pandangan dari sudut teknikal menjadi konteks social untuk masing-masing pompa. Ternyata pompa yang keadaannya baik dikunci pada waktu-waktu tertentu, dan yang lain karena memiliki penduduk dengan kamampuan mekanik. Detil ini menyediakan solusi untuk mereorganisir perawatan pompa. Kejadian ini melahirkan pemikiran bahwa pelatihan pada ilmu pasti dan teknologi cenderung focus pada prinsip umum dan tidak melihat lebih spesifik. Tetapi aspek manusia (organisasi dan budaya) tidak diikutsertakan pada prinsip dasar. Pandangan lainnya bahwa aspek budaya dalam teknologi-praktek sering tertutupi oleh isu yang lebih jelas dan praktis.  

Bab 2             Kepercayaan Tentang Perkembangan (Teknologi) 

Mengukur Perkembangan Teknologi

Dalam membicarakan dunia teknologi, sering kali kita lebih memperhatikan pada aspek alat atau perangkat teknologinya bukan pada aktivitas manusianya, karena memang perkembangan teknologi lebih terlihat pada perkambangan alat-alatnya. Oleh karena itu sulit untuk memahami konsep umum seperti ‘perkembangan’ (progress) dari teknologi. Sejak tahun 1600 berbagai penemuan seperti koran dan kompas magnetik, dinyatakan sebagai bukti dari kemajuan teknik, yang kemudian disusul dengan penemuan mesin uap dan bola lampu. Wedgwood Benn pun mempresentasikan gambar skema yang menunjukkan bagaimana komputasi, transportasi, komunikasi dan senjata berkembang, skema ini pun menjadi panduan masyarakat dalam memahami sejarah teknologi. Chauncey Starr menyatakan teknologi menyangkut kombinasi faktor-faktor yang berkaitan dengan efisiensi energi, hasil produksi, komunikasi dan tenaga manusia yang terlatih dalam ilmu dan teknik. Yang dilakukan selama ini dalam mengukur kemajuan adalah perhitungan numerik yang dibentuk dalam grafik.  Cara berpikir seperti ini memiliki kelemahan besar, karena mereka hanya melihat perkembangan pada satu sisi, padahal sisi lain belum tentu sesuai perkembangannya. Sebagai contoh perkembangan dalam bidang pertanian, jumlah produksi pangan berhubungan dengan tanah, pekerja dan energi. Semakin banyak jumlah produksi maka semakin banyak tanah yang diolah dan orang yang dipekerjakan. Namun peningkatan tersebut juga dibarengi dengan tingkat kesuburan tanah yanag semakin rendah (energi).Selain itu mereka juga menggunakan cara pandang ’linear’. Cara interpretasi linear ini berpengaruh pada ekspektasi mengenai masa depan. Perkembangan yang sangat baik dari suatu grafik akan membuat masyarakat merasa yakin untuk mempertahankan posisi demikian ke depannya. Namun bila kita melihat grafik dengan cara yang berbeda, dapat dilihat bahwa ada ketidakteraturan yang membuktikan bahwa perkembangan yang terjadi tidak diperoleh berdasarkan cara semudah itu. Donald Cardwell menyatakan bahwa ukuran perkembangan sebenarnya ditentukan bukan oleh insinyur paling brilian, melainkan oleh individu dengan kapasitas rata-rata yang berusaha untuk menguasai dan menggunakan perkembangan teknologi secara efektif.   

Organisasi Kerja

Munculnya revolusi industri pada tahun 1769 tidak terlepas dari interpretasi linear dimana pandangan ini menekankan pada perangkat atau alat teknologinya dan bukan kegiatan manusia yang mendukungnya, dan menganggap bahwa revolusi industri adalah revolusi di bidang teknologi semata. Namun kemudian muncul pandangan konteks inovasi yang menyatakan bahwa kemajuan atau revolusi dalam bidang apapun bukan semata milik teknologi saja tetapi juga manusia yang menggunakannya (human revolution). Mereka menganggap sebuah teknologi tidak berarti apa-apa jika tidak ada manusia atau organisasi kerja yang menggerakkannya. Hal penting yang menentukan kinerja pabrik dahulu adalah disiplin, direksi, dan koordinasi bagi para pekerja. Organisasi kerja tidak hanya dimaksudkan untuk memaksakan suatu target kerja dan jam kerja, tapi terutama untuk pembagian kerja. Pekerjaan yang sulit dikerjakan oleh orang yang berbeda-beda, Oleh karena itu proses produksi terbagi ke dalam rangkaian proses-proses kecil dan membuat kemampuan individu lebih terkonsentrasi pada satu hal saja. Tujuannya adalah untuk menurunkan biaya upah pekerja tertentu dan digantikan dengan biaya yang lebih rendah. Fenomena yang terjadi dengan adanya revolusi teknologi adalah manusia dipandang sebagai bagian dari mesin, yang bisa digantikan posisinya. Namun, teknologi dapat dibilang setelah adanya teknologi, kemampuan manusia meningkat yaitu lebih mengarah kepada pendalaman satu kemampuan saja dan memiliki tambahan yaitu kemampuan mengoperasikan teknologi. 

Determinist Deductions

Ada 2 cara pandang mengenai perkembangan teknologi ini, yaitu secara linear dan cara pandang dengan konteks inovasi. Cara pandang linear melihat bahwa kemajuan teknologi adalah kemajuan di bidang teknis yang dapat dilihat dengan grafik. Pandangan ini terlalu sederhana dalam memandang teknologi, karena hanya melihat kemajuan secara teknis dan cenderung untuk melakukan sesuatu berdasarkan kemajuan dari segi geometrisnya karena lebih memperhatikan situasi teknik dari teknologi itu sendiri. Ini mengarah pada technological determinism, yang memperlihatkan bahwa perkembangan teknikal adalah proses dari pembangunan yang stabil dan membawa hubungan dengan manusia dalam perkembangannya. Kemudian muncul masalah sosial lainnya yaitu culture lag, di mana norma dan institusi sosial gagal mengadaptasi perkembangan terakhir.Pola baru mengenai organisasi perlu ditemukan sebelum inovasi teknikal bangkit. Sedangkan konsep “inovasi konteks” berpendapat bahwa sebelum lahirnya inovasi di bidang teknologi, pola baru dalam organisasi telah ditemukan dan berevolusi. Contoh: televisi akan sulit berkembang tanpa adanya hiburan untuk masyarakat dan media berita yang terorganisir.Kebanyakan penemuan telah dibuat dengan tujuan sosial tertentu tetapi juga ada pula penemuan yang mengakibatkan suatu hal yang tidak mereka harapkan. Dalam perkembangan teknologi modern, tidak hanya pengaruh dari alat dan teknik dalam masyarakat yang perlu dipahami, tapi seluruh gabungan dari berbagai elemen yang mendukung perkembangan yang mengarahkan pada kemajuan. 

 Pergerakan Dalam Perkembangan Teknologi

Berbicara tentang perkembangan, kita dapat mengambil pandangan-pandangan yang luas dari faktor-faktor yang saling berinteraksi dalam hubungan yang menguntungkan. Apabila dikombinasikan antara satu atau lebih teknologi, sebuah pergerakan dalam perkembangan teknologi dapat dihasilkan. Pergerakan dalam perkembangan teknologi ini juga tidak terlepas dari hubungan yang baik antara pengaturan organisasi dan teknologi yang baru muncul.Inovasi bukan hanya hasil dari logika rasional, melainkan juga melibatkan maksud dan tujuan, dan merefleksikan kesadaran dari kemungkinan dan kesempatan ekonomi. Pergerakan inovatif biasanya tidak khusus hanya pada bidang tertentu saja, tapi melibatkan hubungan dengan bidang lain, misalnya kolaborasi antara teknologi di bidang mesin dan bidang transportasi dapat menciptakan sebuah inovasi baru. Pergerakan inovasi yang luar biasa terlihat dari perkembangan sebuah teknologi sederhana menjadi teknologi yang lebih canggih.


Bab 3                           Budaya Para Ahli

 Halfway technology

Menurut Thomas Lewis, dalam pengertian teknologi ada yang benar-benar teknologi tetapi ada juga yang disebut halfway technology yang merupakan hasil dari mencoba menangani masalah yang hanya setengah di mengerti. Contohnya dalam bidang kedokteran adalah penemuan antibiotic dan metode modern imunisasi melawan penyakit difteri dan penyakit virus pada anak, melalui serangkaian penelitian. Teknik ini dianggap efektif dan juga relative tidak mahal, karena itu dianggap sebagai teknologi yang sebenarnya. Tetapi untuk transplantasi organ dan perawatan kanker dengan radiasi, Thomas memandang teknologi ini sebagai halfway teknologi atau teknologi setengah jalan karena merupakan teknologi yang canggih tetapi juga sangat primitive di dalamnya. Karena itu untuk mencapai solusi yang lebih baik dalam teknologi seutuhnya perlu dilakukan lebih banyak penelitian. Untuk mencari relevansi ide ini di bidang lain, harus diperhatikan mengapa prosedur yang mahal dan sulit dikerjakan bisa diterapkan. Terkadang ilmu pengetahuan yang ada tidak dilihat dan dimanfaatkan. Untuk terapi kanker pun ada yang mengatakan masih perlu penelitian lebih lanjut tetapi ada juga yang mengatakan penelitian sudah berlebihan. Dalam kedokteran seringnya para dokter berorientasi pada pengobatan penyakit (kuratif) dan menggunakan ilmunya secara selektif dengan pandangan itu sebagai tujuan. Ketika tidak ada pekerjaan kuratif atau untuk melakukan pencegahan serta ketika suatu penyakit tidak bisa disembuhkan, maka pengetahuan mereka yang lain mungkin terabaikan. Seorang dokter mengakui bahwa ada beberapa hal dimana para professional hampir dilatih untuk mengabaikan bagian dari ilmunya. Mereka belajar untuk memeriksa aspek tertentu dari suatu masalah dengan perhatian penuh yang membutakan mereka untuk melihat aspek lainnya. Contohnya teknologi evolusi hijau direncanakan untuk meningkatkan produksi makanan tanpa melihat alasan mengapa konsumsi makanan bisa sampai rendah. Contoh lain adalah pada industri pengairan. Para ahli mesin gagal memperhatikan bahwa banyak industri yang bisa menggunakan kembali air sebelum membuang ke pembuangan. Mereka tidak memperhatikan bahwa 15-25% suplai air di Inggris Raya hilang karena kebocoran jaringan pipa, yang kadang sudah sangat tua dan tidak dirawat. Ketika masalah itu diabaikan, yang terlihat adalah diperlukan ekspansi air yang besar dan mereka menyibukkan diri mencari tempat reservoir baru dan merencanakan konstruksi tempat penampungan air dan dam besar. Antusiasme meningkatkan suplai dan mengabaikan pertanyaan penggunaan air dikarakterisasi sebagai mental ‘supply fix’ oleh Paul Herrington. Ia mengatakan bahwa pelatihan pada industri sedikit banyak meyakinkan bahwa pendekatan yang sama akan terus dilakukan dari generasi satu ke yang lain. Dam besar mengisi pipa bocor dan stasiun pembangkit listrik memompa panas ke atmosfer, merupakan ilustrasi yang tepat pada halfway technology, dimana lahirnya tekonologi tidak memperhatikan beberapa sisi yang mungkin bisa menimbulkan lebih banyak kerusakan. Para ahli mesin memusatkan perhatian pada suatu hal memang terlihat mengagumkan, dengan menghasilkan teknologi baru seperti dam besar dengan desain elegan dan ekonomis. Seperti kata Thomas tentang halfway technology bahwa memang terlihat mahal dan canggih tetapi dalamnya primitive serta berbiaya tidak proporsional. Masalah yang sama juga dihadapi ketika dilakukan usaha internasional untuk menyediakan air minum dan sanitasi pada tahun 1980. Mereka berusaha menyediakan alat-alat baru untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan sanitasi cukup pada bagian dunia yang miskin tanpa menyadari realitas dari kebersihan terutama berhubungan dengan sanitasi serta persepsi para pengguna. Mereka fokus pada jumlah suplai peralatan tetapi tidak pada relevansi, ataupun kegunaan serta perawatannya. Usaha peningkatan kebersihan ini dikalahkan oleh penekanan berlebihan pada konstruksi dan pengabaian pada rencana pemeliharaan, pembersihan fasilitas yang teratur, dan edukasi kesehatan. Sekali lagi, suplai didahulukan dan diutamakan. Kebersihan dan pemeliharaan, dengan kedokteran pencegahan, menantang focus pada teknologi untuk penyelesaian masalah.  Dengan prevensi, inspeksi dan perbaikan alat-alat dan mengganti alat yang mudah rusak dilakukan sesuai timetable yang direncanakan, jadi kesalahan yang berpotensi terjadi bisa diperbaiki sebelum kerusakan terjadi. Sebaliknya apabila perbaikan dari instalasi dilakukan setelah kegagalan maka merupakan tindakan kuratif. Seperti profesi dokter yang berorientasi mengobati daripada mencegah, visi tunnel dari professional lain sering mengesampingkan isu pemeliharaan. Teknologi cenderung menjadi tidak diperhatikan dengan benar. Thomas memberi contoh pada imunisasi yang merupakan pemeliharaan rutin, diulang bahkan membosankan tetapi telah menyelamatkan banyak nyawa. Begitu juga dengan system air dan saluran air telah membuat kontribusi yang lebih besar pada bidang kesehatan di banding ilmu kedokteran sendiri. Para teknisi yang melakukan pekerjaan yang membosankan ini dengan baik secara tidak langsung telah menyelamatkan banyak nyawa, jadi bisa dikatakan bahwa nilai seorang teknisi lebih besar daripada dokter, tetapi justru pekerjaannya tidak dihargai. Seperti juga dengan higienis, tindakan mereka bisa disebut ‘invisible technology’ dengan mementingkan tindakan prevensi, pemeliharaan, dan organisasi.  

Persenjataan dan prediksi berlebihan

Kebanyakan industri menganggap perencanaan harus berdasarkan perkiraan permintaan di masa mendatang. Menurut Herrington, semua yang mempelajari permintaan dari setiap titik harus mempunyai contoh overprediksi favorit, seperti ramalan bahwa konsumsi air di Birmingham bahwa per kapita akan meningkat 200 persen antara tahun 1965 sampai 2000. Perencana bidang listrik tidak bisa melihat akan datangnya suatu krisis ekonomi tetapi bisa mengantisipasi dampak dari gas alam yang lebih murah, kemungkinan saturasi pasar dan lingkup yang meluas untuk konservasi energi. Ahli jalan layang kadang memperkirakan pembangunan jalan baru dengan meningkatnya alur lalu lintas. Pemerintah menemukan bahwa metode perkiraan tidak meyakinkan dan tidak memuaskan, berlawanan dengan akal sehat. Para professional budaya menempatkan nilai tinggi pada integritas , tetapi pada ahli mesin ada tradisi untuk menghadapi ketidakpastian dengan mensahkan factor keselamatan pada perkiraan. Untuk satu hal, para professional yang merencanakan bidangnya, cenderung focus secara selektif pada sector yang berhasil. Karena itu perlu perencanaan yang lebih hati-hati pada bidang listrik dibanding keseluruhan energi, untuk jalan laying disbanding transportasi. Masalah ini bukan karena kurangnya integritas, atau kemalasan yang disadari tetapi merupakan komitmen dari para professional dari cabang keahliannya. Contoh lain adalah ketika akan dilakukan perjanjian nuklir antara AS dengan presiden Eisenhower dan Uni Soviet yang dipimpin oleh Kruschev. Seorang mantan penasehat pertahanan di Inggris, Solly Zuckerman, mengatakan bahwa pemerintah AS hanya peduli pada keuntungan departemental. Tes yang komprehensif merupakan yang paling dibutuhkan diantara ukuran control senjata yang parktis karena dapat mengeset batas penelitian perlengkapan perang. Hal itu akan mengekang kecenderungan teknologi persenjataan untuk melarikan control politik. Earl Mounbatten sempat mempertanyakan dorongan Amerika untuk control senjata dan mengatakan bahwa senjata nuklir tidak memiliki tujuan militer. Perang tidak bisa dilawan dengan senjata nuklir. Fungsi dominant dari persenjataan tidak hanya militer tertapi juga tentang mmpertahankan teknologi, penelitian dan perkembangan industri. Seorang professor fisika dari Princeton, Freeman Dyson, mengatakan bahwa kesombongan intelektual dari profesinya harus disalahkan. Senjata konvensional terutama tipe yang hanya defensive dan bukan ofensif tidak meledak seperti bom hydrogen dari otak seorang ahli fisika. Solly juga menambahkan bahwa lahirnya sifat alami senjata tidak karena pemerintah tetapi karena para ilmuwan dan ahli mesin yang menciptakan. Para ahli teknologi telah menjadikan dunia menjadi wilayah berbahaya dengan pekerjaannya, untuk membatasinya maka harus dilakukan control terhadap teknologi. Ini memerlukan sikap dan nilai baru pada budaya profesi agar teknologi berhenti mencari pekerjaannya dengan batasan ini.    

 Masalah dengan banyak penyebab

Implikasi pendapat dari Dyson dan Zuckerman berdampak bahwa persenjataan tidak hanya isu tentang itu saja tetapi juga bagian dari gejala masalah yang lebih dalam dari budaya teknologi. Isu lainnya adalah sumber daya dan lingkungan, makanan dan populasi. Ketika pengetahuan kita berkembang, penghargaan apa yang kita tahu tmenjadi bertambah dan berpihak, karena itu kita menerima perkembangan dari halfway technology yang berbiaya besar dan berbahaya dan menganggapnya sebagai kemajuan. Tekanan politik dan industri, nila personal, dan budaya professional menimbulkan godaan untuk mencari solusi yang sederhana untuk setiap masalah yang mengkhawatirkan, seringnya dalam bentuk perbaikan teknikal. Harus diingat bahwa perbaikan teknikal menarik perhatian dari isu social yang harus dipertimbangkan. Cara masing-masing professional untuk menginterpretasikan masalah berdasarkan masing-masing tipe keahlian. Biasanya situasi masalah akan lebih baik bila dihadapi dengan kombinasi gambaran ukuran dari berbagai keahlian. Meskipun ada kendala bahwa dengan keuntungan lebih besar dari prevensi ada kesulitan bahwa masing-masing ahli memiliki jawaban untuk menghadapinya, dan pilihan untuk menggabungkan ukuran untuk saling melengkapi satu sama lain hanya mendapat sedikit perhatian.  

Peta area mispersepsi

Gaya berpikir yang terbatas ditunjukkan oleh banyak professional tidak biasanya dimotivasi secara politis. Ini berhubungan dengan budaya intelektual dari teknologi serta kebiasaan mengidentifikasi teknologi-praktek dengan aspek teknikal yang ketat. Hal ini bisa dilihat dari peta segitiga teknologi-praktek yang memiliki tiga aspek yaitu teknikal, organisasional serta budaya. Menurut Francis Bacon dalam bukunya The Advancement of Learning, yang mencoba untuk membuat peta dari semua pengetahuan dan mengandaikan seperti globe kecil dari dunia intelektual. Beberapa bagian globe tidak cukup dieksplorasi, dan pengetahuan pemeliharaan merupakan bagian dari peta yang jarang dilihat. Ada kecenderungan para ahli untuk melihat hanya bagian yang memiliki keuntungan langsung. Ketika teknologi benar-benar efektif, biasanya terjadi karena telah diberikan perhatian pada pemeliharaan dan penggunaan alat, bagi pengetahuan dan pengalaman para pengguna, pekerja ataupun pasien, bagi personal dan nilai social, bagi aturan pemerintah atau industri bertujuan untuk melindungi kesehatan, dan juga tanggung jawab dari individu pada kesehatannya masing-masing. Sebaliknya, teknologi halfway dikembangkan ketika para professional mencoba bekerja dengan cara kemampuan masing-masing. Alat-alat menjadi terlalu rumit dan mahal. Tetapi ketika pemecahan masalah berdasarkan dari pengetahuan para ahli, kesempatan mencegah datangnya masalah yang tergantung dari kerjasama dengan para pengguna hilang, termasuk juga diabaikannya pengobatan pencegahan, hygiene dan pemeliharaan. Solusi bagi para professional adalah dengan menggunakan peta system menggunakan teori system untuk menghindari beberapa titik yang sering dilupakan dan menghindari mispersepsi dari para professional. Kedua, melalui kerjasama antar disiplin ilmu. Pentingnya ada kepedulian tidak hanya pada bidangnya tetapi juga pada bidang lainnya. Seorang dokter tidak perlu terjun ke dunia politik tetapi harus lebih memperhatikan masalah yang dihadapi dari aspek politik, social dan ekonomi. Kepedulian ini bisa didapat melalui edukasi dan perombakan sudut pandang tunnel pada kehidupan professional. Dengan cara ini akan sedikit ditemukan teknologi yang berpotensi menguntungkan berubah menjadi kerusakan. 

Last Updated ( Tuesday, 25 September 2007 )
 
< Prev   Next >
Support Local Literacy - Shop at BetterWorld.com

Statistics

Members: 606
News: 4801
WebLinks: 11
Visitors: 1838670

Paypal Donate

Copyleft@irwansyah.waena.org 2007
Send your inquiry, suggestion, and idea via email: irwansyah@waena.org

Creative Commons License

Except where otherwise noted, content on this site is
licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 License