Wise Words

To err is human, to forgive is out of the question.

 
Home arrow Blog arrow Analisis Perkembangan Handphone dari Kuartal 2010 hingga 2011
Analisis Perkembangan Handphone dari Kuartal 2010 hingga 2011 PDF Print E-mail
User Rating: / 1
PoorBest 
Written by Afif Abdurrahman   

 

 

ABSTRAK

Analisis Perkembangan Handphone dari Kuartal 2010 hingga 2011

 

Perkembangan handphone di Indonesia memiliki dampak pengaruh yang cukup signifikan terhadap penggunaan teknologi di Indonesia. Gadget berupa genggaman ini telah masuk ke Indonesia sejak tahun 1984. Kemunculan pertamanya memang tidak memiliki harapan yang cukup baik. Selain bentuknya yang tidak nyaman untuk diselipkan, harga unit satuannya pun mahal diatas 10 juta rupiah saat itu. Namun sekarang, survey dari ROA (Research On Asia) Group mengungkapkan bahwa penggunaan ponsel di Indonesia terus meningkat. Bahkan pada awal 2010, angka pengguna ponsel di Indonesia dikatakan mencapai 133 juta orang. Handphone pada masa sekarang di Indonesia telah menawarkan fitur-fitur canggih seperti 3G yang memiliki tiga standar dalam dunia komunikasi yakni Enhance Datarates for GSM Evolution (EDGE), Wideband-CDMA, dan CDMA 2000.

            Fitur-fitur tersebut sudah banyak digunakan oleh handphone sebelum tahun 2010. Hal yang perlu diperhatikan adalah, teknologi ini terus tumbuh didasari oleh persaingan antara produsen handphone yang masuk ke Indonesia. Para penyedia handphone di Indonesia dibagi dalam tiga kelompok. Kelompok pertama mewakili Amerika, yakni Motorola dan BlackBerry.Kelompok kedua adalah golongan eropa, yakni Nokia dan Sony Ericsson. dan golongan Asia, yakni Samsung. Produsen manakah yang paling berpengaruh di Indonesia? Apakah kecanggihan fitur handphone masakini benar-benar bermanfaat terhadap kehidupan masyarakat Indonesia? Kemudahan apa yang ditawarkan oleh teknologi handphone masa kini?

            Perkembangan semua produsen handphone di Indonesia menjadikan Indonesia sebagai pasar handphone yang besar di Asia, hal ini akan membentuk budaya dan selera masyarakat Indonesia terhadap handphone itu sendiri. Hal ini juga akan menentukan produsen mana yang benar-benar cocok bagi perkembangan handphone di awal tahun 2011 nanti

            Menurut Teori Induced Technological Change, Teori ini berpendapat bahwa perubahan teknologi disebabkan oleh faktor-faktor ekonomi lain, seperti perubahan faktor, permintaan dan pertumbuhan (Dixon, 1997: 1518). Teori Siklus teknologi yang dikemukakan oleh Hirsch (1967), yang mengikuti pemikiran Kuznets (1953), berpendapat bahwa produk-produk baru akan melewati suatu siklus perubahan sistematis dalam teknologi.

            Untuk mengukur perkembangan teknologi handphone yang berkembang di Indonesia, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pengumpulan berita dan literature dari berbagai sumber.

            Metodologi penelitian ini berbasis pada Scenario Analysis dimana akan menganalisa berbagai kemungkinan yang dihasilkan dari berbagai kemungkinan yang akan terjadi. Analisis ini akan berupa forecasting atau perkiraan terhadap teknologi handphone yang akan berkembang di Indonesia serta perkiraan produsen mana yang paling cocok bagi kebutuhan di Indonesia pada awal januari 2011

            Kesimpulannya adalah penggunaan handphone di Indonesia terus berkembang dan akan menentukan pasar yang dibutuhkan pada masa depan Indonesia 2011 nanti. Pada akhirnya, hal ini akan membawa pada keinginan masyarakat akan kebutuhan teknologi handphone di Indonesia kearah perkembangan yang diinginkan.

 

 

Latar Belakang

 

Context and Background

 

Mengenai sejarah para produsen handphone di Indonesia, salah satu yang tertua adalah Nokia. Nokia awalnya merupakan nama sbuah komunitas di Finlandia Selatan, tepatnya di sungai Emakoski. Nokia merupakan nama perusahaan penggilingan kayu dan pembuat kertas  pada tahun 1920. Pada tahun 1950an, CEO dari perusahaan ini, Bjorn Westerlund merasa bahwa sector ini akan punah dan berencana untuk mengganti arah perusahaan ini kearah perusahaan elektronik. Dalam usaha dan waktu yang lama, pada tahun 1981 Nokia berhasil meluncurkan produk bernama Nordic Mobile Telephony(NMT). Jaringan ini akan menjadi yang pertama di Indonesia pada tahun 1984. NMT juga merupakan jaringan selular pertama di dunia. Sepanjang tahun 80an, NMT mendapat sambutan yang baik dari berbagai Negara. Pada  telepon. dan tahun 1990, CEO yang baru, Jorma Ollila memutuskan untuk memfokuskan perusahaan pada telepon seluler dan jaringan telepon. Telepon GSM pertama pun muncul di Finlandia pada tahun 1991 dan Nokia merajai pasar telepon seluler global. Kini, dengan tenaga kerja sebanyak 54ribu orang, Nokia berhasil melakukan penjualan di 130 negara.

Perusahaan berikutnya yang tidak kalah tua adalah Motorola. Pendiri dari Motorola adalah Paul V.Galvin, beliau adalah ahli dari aplikasi radio khususnya kendaraan seperti mobil. Pada tahun 1928, beliau mendirikan sebuah perusahaan di Chicago bersama saudaranya dan William P Lear. Perusahaan mereka tumbuh dengan pesat meski pada tahun tersebut pertumbuhan ekonomi dalam keadaan yang buruk. Akhirnya pada tanggal 4 Agustus 1971 mereka mencoba membuat sebuah alat komunikasi yang portable dan menjadi pionir dalam teknologi komunikasi di dunia. Pada tanggal 3 April 1973 Motorola menyediakan alat komunikasi public yang lambat laun berkembang menjadi telepon genggam. Pada tanggal 10 September 1984 barulah mereka meluncurkan telepon genggam yang ternyata mendapatkan respon yang baik dari public. Hingga saat ini Motorola terus berinovasi dan mencari public yang loyal menggunakan produk andalan mereka.

Berikutnya adalah Sony Ericsson. Perusahaan handphone ini merupakan perusahaan gabungan dari  Sony  Jepang dengan Ericsson Eropa. Perusahaan telepon seluler ini berdiri pada tanggal 3 Oktober 2001. Sony sendiri merupakan perusahaan berbasis elektronik sementara Ericsson merupakan perusahaan telekomunikasi selular. Perusahaan induk mereka berada di Inggris, tepatnya London. Namun mereka memilki tim riset di berbagai Negara seperti Swedia, Jepang, Jerman, Cina, AS, India, dan Pakistan. Asal mula dari penggabungan dua perusahaan tersebut dikarenakan adanya kebakaran fasilitas pembuat chip ponsel. Nokia yang memakai perusahaan yang sama dalam pembuatan chip telah memiliki pabrik alternative bagi perusahaannya. Hal ini berdampak pada persaingan ketat antara dua merek tersebut. Ketidakmampuan Ericsson dalam memproduksi handset yang murah serta dekatnya waktu peluncuran produk mereka, Ericsson mencari perusahaan asia yang dapat diajak bergabung agar dapat menghasilkan biaya yang lebih rendah dari Nokia dalam produksi handset. Pada bulan November 2000 kedua perusahaan ini berhasil bekerja sama untuk menyelesaikan handset 3G untuk jaringan selular mereka. Dan pada tahun 2001, Sony Ericsson telah memiliki tenaga kerja awal sebesar 3500 orang. Strategi dari perusahaan ini adalah mempopulerkan jenis handphone mereka dengan kemampuan selain handphone, seperti ponsel music generasi W dan kehandalan ponsel sebagai kamera dengan orientasi Cyber-Shot pada tahun 2007 silam.

Berikutnya adalah Samsung, perusahaan Korea ini berawal dari bisnis ekspor kecil disana. Pada awalnya perusahaan ini tidak melibatkan barang elektronik, namun produk-produk lain seperti buah-buahan, pabrik tepung dan lainnnya pada tahun 1938. Namun mulai tahun 1958 dan seterusnya, perusahaan ini menjajaki ekspansi ke industry lain seperti keuangan, bahan kimia, serta media. Pada tahun 1969, Samsung electronics berdiri dan memproduksi banyak perangkat elektronik seperti televisi, radio, dan computer. Sejarah handphone dalam perusahaan Samsung berawal pada tahun 1993 dimana mereka memulai memproduksi handphone berjenis CDMA. Menjelang abad 20, mereka mengembangkan jenis telepon pintar dan mengarah pada industry 3G.

Handphone berikutnya adalah Blackberry. Blackberry merupakan pangsa pasar baru di Indonesia. Blackberry didirikan pada tahun 1997 oleh perusahaan Kanada yakni Research In Motion (RIM). Perusahaan ini memiliki kemampuan yang luar biasa dalam menyampaikan informasi dengan basis nirkabel. Blackberry pertama kali dikenalkan di Indonesia pada pertengahan 2004 oleh operator Indosat. Berbeda dengan jenis handphone lainnya, basis dari handphone ini adalah Broadband yang menangani seluruh akses data dari handphone ini. Di Indonesia, perusahaan Starhub merupakan bagian dari pelayanan teknis terhadap instalasi Blackberry.  Indosat menyediakan layanan Blackberry Internet Service(BIS) dan Blackberry Enterprise Server(BES) Pasar Blackberry kemudian diikuti oleh dua operator besar lainnya di tanah air yakni Excelkom dan Telkomsel. Excelkom memberikan dua pilihan layanan yaitu Blackberry Internet Service(BIS)  dan Blackberry Enterprise Server+ (BES+). BES+ adalah layanan gabungan dari BES dan BIS, yang ditujukan bagi pelanggan korporasi sehingga mereka dapat menerima dan mengirim email kantor yang berbasis Microsoft Exchange, Lotus Domino, Novel Wise dan 10 akun e-mail berbasis POP3/IMAP melalui telepon genggam. Sementara, operator Telkomsel hanya menyediakan sebagian dari layanan korporasi dengan Blackberry Enterprise Server. Layanan Blackberry pada awalnya  hanya bisa diakses melalui smartphone Blackberry saja. Namun kelanjutannya, ketiga operator ini telah menyediakan fasilitas Blackberry Connect yang memungkinkan Blackberry Internet Solution diakses melalui smartphone jenis lain seperti Sony Ericsson P910i, M600i, Nokia (N-9500, N-9300, N-9300i, E61), dan lainnya. Fasilitas Blackberry sejauh ini memang baru dimanfaatkan oleh para pengguna pribadi dan korporasi, belum merambah hingga bidang pemerintahan dan intelijen seperti di negara-negara lain.

 

 

http://www.ukafahrurosid.com/2009/04/sejarah-blackberry-di-indonesia.html

http://www.samsung-mobiles.net/history-of-samsung.html

http://www.wattpad.com/104207-sejarah-sony-ericsson?p=4

 

 

 

 

Central and Sub-Question

 

            Kemunculan handphone-handphone tersebut di Indonesia akan mempengaruhi pasar dan selera masyarakat Indonesia. Penelitian ini akan membahas beberapa handphone yang mewakili masing-masing perusahaan tersebut yang teranyar sejak awal januari 2010. Disini dapat dilihat masing-masing produsen bersaing satu sama lain demi mendapatkan pengaruh yang besar dari masyarakat. Berikut adalah review produk dari masing-masing produsen.

 

Samsung Champ C3300K

 

Samsung Champ C3300K preview

 

Selain meluncurkan produk-produk high end, Samsung tak lupa untuk tetap meluncurkan produk dengan harga terjangkau yang menarik. Hal ini terbukti dengan adanya ponsel Samsung terbaru yang diharapkan menjadi penerus kesuksesan Samsung Corby. Ponsel terbaru dari samsung ini adalah Samsung Champ C3300K yang menjadi ponsel touchscreen yang menggunakan formula Corby yaitu murah dengan fitur cukup menarik yang diharapkan bisa menarik banyak pembeli. Disain bodinya kompak, dengan dukungan layar sentuh lebar 2,4 inci. Resolusinya sebatas 240x320 piksel (QVGA), dengan tenologi layar resistive. Serupa ponsel Samsung terbaru lain, sektor antarmuka C300K Champ mengadopsi user interface TouchWiz Lite, dengan tampilan depan (home screen) disertai widget yang tersusun grid 3x3. Tak beda dengan generasi CorbyTouch, C300K Champ dibenami pula dengan beragam aplikasi jejaring sosial semisal Facebook. Untuk media hiburan, C3300K Champ menawarkan pemutar musik berkemampuan suara efek 3D plus speaker stereo. Termasuk menyediakan port audio 3,5mm untuk menyajikan keleluasan bagi calon pengguna untuk menikmati alunan musik via headset 'pasaran' lain. Rencananya Samsung C3300K Champ ini akan diluncurkan ke pasaran Juni 2010 mendatang. Dan, akan mulai tersedia di Timur Tengah, Amerika Latin, Asia dan Eropa. Untuk harga, diperkirakan akan lebih murah dibandingkan dengan generasi sebelumnya, Samsung Corby

 


Spesifikasi
Quad Band; layar TFT resistive touchscreen 262.144 warna, 240x320 piksel, 2,4 inci; kamera 1,3 MP, video (QCIF@15 fps); sms, mms, email; GPRS 10, EDG E 10, WAP 2.0/xHTML, HTML; memori 30 MB, slot microSD card; polifonik (MP3), sensor accelerometer, TouchWiz Lite UI, java MIDP 2.0, player MP3/WMA/eAAC+, player MP4/H.263, aplikasi social networking, radio FM stereo (RDS), jack audio 3,5mm, speakerphone, Bluetooth v2.1 (A2DP); baterai Li-Ion 1000 mAh

 

Motorola Milestone

 

 

 

Setelah peluncurannya, kini Motorola telah membidik pasaran untuk memperluas pemasaran handset terbarunya. Menjelang liburan natal dan tahun baru, perangkat yang dikenal dengan Motorola Milestone tersebut kini telah dipasarkan dengan bandrol seharga 450 pounds atau sekitar 6,9 juta rupiah per unitnya. Dengan menerobos pasaran handset di Inggris ini, harapan terbesar ditetapkan dan paling tidak telah menjadi tonggak eksklusifitas hingga akhir tahun ini. Sejalan dengan hal itu, konsumen juga disodorkan dengan pilihan subsidi T-Mobile.  Seperti yang diketahui, ponsel Motorola Milestone ini merupakan versi Eropa dari perangkat DROID Amerika. Ponsel yang satu ini sama-sama berbasis Android 2.0 yang mengoperasikan tampilan layar sentuh kapasitif 3.7 inchi beresolusi tinggi. keyboard geser QWERTY lengkap, berbagai konektifitas yang ada, kamera 5 megapiksel, processor ARM Cortex A8 yang cepat, dan memiliki ketebalan 13.7 mm yang kemungkinan menjadikan perangkat ini menjadi ponsel QWERTY geser samping yang paling ramping saat ini. Namun demikian, hanya ada satu perbedaan dengan kerabat perangkat DROID lainnya yaitu keberadaan dukungan terhadap multi sentuh. Dan yang pasti, perangkat yang satu ini telah mampu menghadirkan kemewahan yang terkenal dari perangkat iPhone.

 

 

Nokia N900

 

Nokia meluncurkan produk bernama Nokia N900 yang merupakan ponsel tercanggih dan produk separuh ponsel separuh komputer. Sekitar bulan maret mendatang gadget ini akan sampai ke Indonesia.  Handset yang memiliki sistem Maemo ini untuk berbagai kebutuhan, didukung layar sentuh serta keyboard slide.  Smartphone pertama di dunia yang menggunakan Linux Maemo 5 itu akan segera tersedia di pasar Indonesia. kehadiran N900 dengan platform terbuka Maemo memberikan kesempatan bagi para pengembang aplikasi untuk bekerja sama.

N900 berlayar sentuh 3,5 inci dan dilengkapi keyborad QWERTY. Kinerja komputasinya didukung prosesor ARM Cortex A8 600 MHz, sistem operasi Linux Maemo 5, dan memori internal 32 GB. Kemampuan multitasking untuk membuka sebanyak mungkin aplikasi secara bersamaan merupakan daya tarik utamanya. Fitur utama lainnya, kamera 5 megapiksel, GPS, koneksi HSPA, dan WiFi 802.11 b/g. Nokia N900 juga menjadi handset pertama di dunia yang telah dilengkapi browser internet Firefox for Mobile buatan Mozilla. Handphone ini akan dilansir dengan harga 6 juta di pasaran.

.

 

Spesifikasi

HSDPA; OS Maemo 5, prosesor ARM Cortex A8 600MHz, grafis PowerVR SGX; layar TFT resistive touchscreen 16,7 juta warna, 800x480 piksel, 3,5 inci; kamera 5 MP, Carl Zeiss optics, autofokus, dual LED flash, video light, geo-tagging, video (WVGA), kamera sekunder (VGA); sms, email, push email, IM; GPRS 32, EDGE 32, HSDPA 10,2 Mbps, HSUPA 2 Mbps, xHTML, HTML, RSS feeds; memori 32GB/256 MB RAM, slot microSD card; polifonik (MP3), proximity & accelerometer sensor, full QWERTY keyboard, Wi-Fi 802.11 b/g, DLNA, player MP3/WMA/WAV/eAAC+, player WMV/RealVideo/MP4/XviD/DivX, TV out, FM transmitter, GPS (A-GPS), Ovi maps, Skype & GoogleTalk VoIP, viewer document, photo editor, Adobe flash player 9.4, speaker stereo, port audio 3,5mm, infrared, Bluetooth v2.1 (A2DP)

 

 

 

 

 

 

Sony Ericsson Xperia X2

 

 

Handphone ini merupakan generasi penerus dari Sony Experia X1. Interface X2 memilliki desain lebih baik, plus dukungan fasilitas multimedia lengkap. Kamera mengadopsi lensa 8 MP, dengan bermacam setingan profesional. Sistem operasi pun kini lebih solid, dengan windows mobile 6.5 profesional. Fitur lain yang disediakan oleh sony ericsson xperia x2, semisal Geo-tagging, face detection, image stabilizer dan smart contrast pun bisa di manfaatkan untuk menghasilkan hasil foto yang bisa di bilang sangat berkualitas. Untuk merekam video, kamera pada Xperia X2  mampu merekam klip film dalam format 3Gp dengan tingkat resolusi WVGA (800×480 pixel) pada speed 30 fps. Untuk media player yang disuguhkan, Sony Ericsson pada ponsel andalannya kali ini mengandalkan windows media player mobile plus tersedia player musik dengan sentuhan khas sony ericsson yang tampil cukup sederhana. Dalam segi konektivitasnya, Sony Ericsson Xperia X2 memiliki kemapuan data yang sudah tidak diragukan lagi atau bisa di bilang dapat menjadi andalan, jalur HSDPA 7.2 Mbps dan HSUPA 2 Mbps bisa kita nikmati dengan cukup lancar. Internet explorer mobile khas windows mobile pun di benamkan dalam ponsel Xperia versi X2 ini yang di bandrol dengan harga mulai dari Rp6.000.000.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Blackberry Tour 9630

 

 

RIM kembali merelease Blackberry terbarunya yang diberi nama BlackBerry Tour 9630. BlackBerry Tour 9630 ini merupakan sebuah paket smartphone untuk memudahkan penggunanya mengakses email, kalender, kontak dan aplikasi-aplikasi bisnis lainnya dimanapun dan kapanpun berada. BlackBerry tour 9630 ditujukan untuk market share khusus eksekutif dan konsumen walaupun dalam kondisi ekonomi yang buruk sekarang ini. Model smartphone terbaru dari BlackBerry ini diberi nama BlackBerry Tour, dan akan melengkapi model smartphone BlackBerry lainnya, seperti BlackBerry Curve dan Bold yang ditujukan untuk user corporate high-end.

RIM telah mengumumkan smartphone BlackBerry Tour 9630 ini dengan dimensi tinggi 4.4 inch x lebar 2.4 inch x tebal 0.6 inch, bobot 5.2 oz. Untuk style-nya, BlackBerry Tour ini dilengkapi dengan track ball di bagian tengah, camera 3.2 megapiksel di bagian belakang, seperti di tipe Storm. Untuk jaringannya, world phone BlackBerry Tour 9630 ini memiliki quad-band EDGE dan foreign-band (2,100 MHz) HSDPA (at 7.2 Mbits/s) untuk user di luar US, seperti BlackBerry Storm. Seperti Storm, BlackBerry Tour ini dilengkapi processor Qualcomm 528 MHz, dan system operasi BlackBerry OS 4.7. Resolusi layar 480×360 piksel, akses GPS, Bluetooth, tapi tidak ada Wi-Fi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Thesis Statement

 

            Para produsen handphone di Indonesia telah menyediakan banyak pilihan dan jenis handphone bagi pasar Indonesia. Dari para produsen tersebut, masing-masing berusaha  untuk menyediakan teknologi yang canggih dan memiliki fitur-fitur yang praktis membantu aktifitas manusia. Konsumen di Indonesia pun akan selalu menantikan dan memilih manfaat dari masing-masing teknologi tersebut. Berbagai macam aplikasi yang dianggap penting bagi masyarakat Indonesia adalah multifungsi dari handphone tersebut. Apakah telepon seluler mereka memiliki fungsi sebagai social networking, pengambil gambar yang handal, akses internet yang cepat, serta pemutar musik yang mumpuni? Oleh karena itulah produsen handphone di Indonesia terus mengembangkan dan mengeluarkan produk terbarunya dengan sejumlah fitur-fitur yang menggiurkan tersebut.

 

Theoritical Framework

 

            Penggunaan teknologi dan perubahannya disebabkan oleh faktor-faktor selain ekonomi. Menurut Ruttan (1997:1520-1526), terdapat tiga tradisi utama yang mempengaruhi perubahan teknologi. Tiga tradisi tersebut adalah . Pertama, tradisi tarikan permintaan (demand pull), yang menekankan pentingnya perubahan permintaan pasar terhadap pengetahuan dan teknologi. Griliches (1957) menunjukkan peran permintaan dalam menentukan waktu dan lokasi penemuan. Schmooker (1962, 1966) menyimpulkan bahwa permintaan lebih penting dalam mendorong penemuan daripada kemajuan ilmu pengetahuan.  Kedua, tradisi teori pertumbuhan atau ekonomi makro. Tradisi ini muncul dari perdebatan pada awal 1960-an mengenai alasan stabilitas dalam pangsa faktor pada kondisi tingkat kenaikan upah yang sangat cepat. Keterbatasan utama dari versi teori pertumbuhan ekonomi adalah batas kemungkinan inovasi (Innovation Possibility Frontier) yang tidak masuk akal Menurut Kennedy, bentuk dari Innovation Possibility Frontier tidak tergantung pada bias jalur perubahan teknologi. Selama perubahan teknologi tidak ada efek trade off antara perubahan teknologi yang disebabkan tenaga kerja dan kapital. . Ketiga, tradisi ekonomi mikro. Model mikro dibangun pada awal pengamatan yang dilakukan oleh Hicks. Hicks mengatakan bahwa perubahan relatif harga faktor-faktor produksi mendorong inovasi dan penemuan sesuatu yang diarahkan pada penggunaan faktor yang digunakan relatif lebih mahal menjadi ekonomis (Hicks,1932: 124-5). Model ini digerakkan oleh perubahan eksogen dalam lingkungan ekonomi dimana perusahaan-perusahaan atau agen riset publik menemukan perubahan eksogen tersebut oleh diri mereka sendiri.

 

Perkembangan teknologi dalam suatu masyarakat tidaklah berjalan dengan mudah dan langsung berhasil, hal ini diperkuat oleh teori Siklus Teknologi yang dikemukakan oleh Hirsch (1967) Hirch berpendapat bahwa produk-produk baru akan melewati suatu siklus perubahan sistematis dalam teknologi. Produk-produk baru pada awalnya membutuhkan sejumlah besar tenaga kerja terampil untuk produksi dan perkembangannya. Setelah ada sejumlah permintaan yang lebih besar, produk memerlukan teknik produksi yang lebih intensif kapital. Pada akhirnya ketika produk menjadi dewasa dan standar, proses produksi menjadi rutin dan tenaga kerja yang kurang terampil dapat memainkan peranan yang lebih besar. Teori tersebut digunakan untuk membantu analisis terhadap kasus ini.

 

Methodological Framework

 

            Penelitian ini mengutamakan pada studi literature dan penggunaan data sekunder yang banyak mengutip dari media elektronik yang dianggap lebih up to date. Memang penelitian ini tidak mewakili keseluruhan dari tiap produk yang ada. Namun penelitian ini berusaha mengambil sample dari data yang terbaru dan membandingkatn antara data-data yang ada tersebut.

            Penelitian ini memakai Scenario Analysis dalam melihat permasalahan pada tiap perencanaan yang ada. Yang kita pahami dari analisis ini adalah formalisasi dari sebuah proses. Scenario analisiss dimulai dengan beberapa scenario, analisis sederhana memiliki minimal tiga kemungkinan yang ada, yang akan meramalkan bagaimana masing-masing kemungkinan akan terjadi di masa depan. Data yang diperkirakan dapat berupa tabel, maupun kuadran dengan dua kutub yang bersinggungan

 

 

http://www.riskglossary.com/link/scenario_analysis.htm

 

 

Analysis

 

            Analisis dari permasalahan ini akan memakai bagan berupa kutub yang masing-masing mewakili situasi atau keadaan yang memungkinkan di masa mendatang.skenario akan dibuat dalam 4 situasi. Dimana masing-masing dari situasi tersebut memiliki pandangan yang berbeda. Dalam scenario ini terdapat dua subjek yaki teknologi handphone itu sendiri dengan masyarakat.

            Scenario satu, merupakan pertemuan positif dengan positif diantara kedua belah pihak. Yakni, teknologi handphone serta masyarakat menginginkan adanya keselarasan dan kesetujuan bersama. Maksud kemungkinan pertama adalah, teknologi handphone di Indonesia akan berlangsung dengan baik dan masyarakat menghendaki adanya perkembangan tersebut, masyarakat berasa pada posisi selalu siap menerima dan memakai teknologi baru dan budaya dari penggunaan teknologi tersebut pun sudah masyarakat dapati dan diterima.

            Scenario kedua, merupakan gambaran dari positif negative dari salah satu pihak. Dalam scenario ini, dimisalkan bahwa teknologi handphone di Indonesia telah siap dan yakin akan memasarkan teknologi canggih pada handphone mereka, hal ini ditunjukkan dengan adanya persaingan fitur antar produsen yang ada. Namun tanggapan masyarakat tidak sebaik yang diharapkan, mereka masih melihat teknologi handphone secara tradisional lebih baik dibandingkan jenis baru yang memiliki beberapa teknologi sehingga khawatir akan menyulitkan mereka.

            Scenario ketiga merupakan bentuk penolakan dari teknologi handphone untuk berkembang di Indonesia. Hal ini dapat diutarakan dikarenakan pandangan pesimis dari perusahaan untuk menanamkan jenis teknologi baru pada handphone. Sedangkan, masyarakat menginginkan adanya perkembangan yang lebih lanjut terhadap handphone.

            Scenario keempat merupakan situasi terburuk pada teknologi handphone maupun masyarakat. Dalam scenario ini tidak ditonjolkan keinginan untuk saling berintaraksi dan memulai menanamkan ketertarikan anatara keduanya. Masyarakat tidak ingin mendapatkan teknologi handphone baru, dan produsen pun enggan untuk memajukan teknologi handphone di masyarakat tersebut.

 

            Dari empat scenario tersebut, penelitian ini akan mencoba mengupas salah satu kemungkinan yang paling logis diterima oleh akal sehat. Sebelum kita masuk pada salah satu scenario diatas, penelitian ini berusaha mengungkapkan keinginan manusia dalam mempunyai sebuah handphone. Penelitian ini dilakukan oleh AS.Pratisto bahwa sebenarnya, saat ini pun perkembangan ponsel sudah jelas akan mengarah ke mana. Produsen tidak lagi mengintegrasikan lebih banyak fungsi ke dalam satu perangkat, tetapi sudah mulai mengembangkan ponsel untuk bisnis dan hiburan secara terpisah. Kamera yang lebih baik, kemampuan memutar musik, dapat menerima siaran radio, dan menonton televisi merupakan ciri-ciri telepon bergerak masa depan untuk pengguna pribadi. Sementara itu, ponsel untuk bisnis dirancang sebagai kantor bergerak.

Ponsel sebagai MP3-player : Player musik dapat ditemukan pada hampir semua ponsel baru. Memori Flash sudah mencapai ukuran gigabyte dan mini-hard disk pun memiliki kapasitas mulai 4 GB.
 
Sementara itu, Nokia bersekutu dengan Microsoft dan memasang Microsoft Media Player pada beberapa model ponselnya. Raksasa elektronik Sony juga berusaha menarik pengguna dengan merek Walkman pada ponsel audio.

Sebagai digicam :
 Divisi kamera Sony ikut berperan dalam pengembangan ponsel masa depan.Cybershot terbaru DSC-T7 adalah sebuah kamera 5 MP supertipis dengan zoom optik 3x dan hanya berukuran 91 x 60 x 15 mm. Sony Ericsson hingga kini belum menyodorkan rencana produk yang jelas, tetapi secara teknis tak ada masalah untuk mengintegrasikan teknik kamera tersebut ke ponselnya.

Aldo Lignori, Corporate Vice President Sony Ericsson  berpendapat bahwa “Saat ini pengguna belum bersedia mengeluarkan tambahan biaya untuk ponsel dengan zoom-camera,” namun lanjutnya, "Dalam perencanaan, kami lebih memperhatikan keinginan konsumen daripada kemungkinan teknis" 

Samsung telah merealisasikan kombinasi digicam utuh dengan ponsel. Untuk pasar Asia telah dikembangkan SCH-V770, yaitu sebuah ponsel dengan kamera 7 MP dan zoom optik 3x yang dapat dipasangi lensa wide dan tele. Sayangnya, kombinasi pertama ini belum terlihat harmonis. Ia tampak seperti digicam biasa dengan tambahan keyboard ponsel. Penelitian Samsung menunjukkan bahwa ponsel-kamera high-end mendatang akan lebih kompak. Samsung sedang bereksperimen dengan “lensa cair”, di mana fokus dan faktor zoom diatur melalui tegangan listrik. Serupa dengan mata manusia, bentuk lensa akan berubah sesuai dengan tegangan yang diberikan. Solusi kompak ini juga lebih hemat energi.

 

 

 Sebagai TV : Televisi termasuk salah satu fungsi utama dalam ponsel hiburan masa depan. Displaynya tidak akan jauh lebih besar dibandingkan display ponsel masa kini yang berukuran 320 x 240 pixel. Dua tahun mendatang juga akan ada ponsel dengan display OLED. Diode polimer yang menyala ini menawarkan warna lebih baik dan kontras lebih tinggi.

Keinginan memiliki ponsel yang lebih kompak dengan display lebih besar merupakan tantangan bagi produsen. Philips sedang mengembangkan display plastik yang dapat digulung sehingga dapat ditarik ke dalam perangkat ketika tidak sedang digunakan. Siemens menanggapinya dengan sebuah mini-proyektor terintegrasi. Di sini, sinyal visual diproyeksikan pada bidang yang licin. Melalui pena bluetooth, bidang licin ini berfungsi sebagai pengganti keyboard pada 'New Interactive Phone'. Di laboratorium penelitian Siemens, layar gulung dan mini-proyektor sudah dapat berfungsi dengan baik.

 

 

Sebagai game-console : Telepon bergerak mendatang menawarkan kemungkinan game yang sama sekali baru. Ponsel-game masa depan akan berada dalam satu jaringan dan memasukkan lingkungan nyata ke dalam permainan; dengan melibatkan Global Positioning System (GPS) dan kamera. Kombinasi dunia nyata dan virtual ini adalah aplikasi dari 'Augmented Reality' yang terutama dikembangkan untuk kebutuhan ilmiah dan industri. Melalui teknologi GPS, seorang pemain game dapat mengetahui posisi pemain lainnya melalui sistem navigasi yang disediakan. Gerakan dan lokasi seorang pemain dapat dilacak melalui ponsel. Ponsel-kamera dan display digunakan sebagai alat bantu untuk permainan berbasis virtual di masa mendatang.

Sebagai telepon : Produsen yang bertanya kepada pengguna ponsel tentang apa yang diinginkan pada ponsel masa depan mungkin akan mendapat jawaban yang sedikit mengejutkan. Dalam sebuah jajak pendapat, ponsel yang mudah dioperasikan adalah jawaban terbanyak, bukan kemampuan ini-itu yang muluk-muluk. 

Konsumen ternyata lebih mengharapkan hadirnya ponsel dengan pengoperasian yang mudah dan jelas. Hasil polling tersebut dan bukti kesuksesan Apple dengan iPod-nya yang sederhana tetapi tepat guna telah menimbulkan spekulasi tentang kemungkinan keluarnya sebuah ponsel Apple.

 

            Jika dilihat dari hasil penelitian diatas, maka akan semakin terlihat bahwa trend dari teknologi handphone ialah memiliki fitur yang cukup memenuhi keinginan manusia, namun tetap menawarkan kesederahanaan dan kemudahan bagi pemakainya. Maka dari empat scenario diatas, scenario satu paling mungkin tejadi di masa mendatang.

 

 

Summarize

 

            Hasil dari penelitian ini bahwa teknologi komunikasi, dalam bidang ini handphone, merupakan hal yang luas untuk diketahui. Bila dari awal 2010 kita sudah diperlihatkan kemajuan ponsel-ponsel high end dengan banyak kemudahan bagi penggunanya. Riset menunjukkan bahwa dalam kasus ponsel di Indonesia, cenderung mengarah pada selera dan brand merek-merek terkenal yang sedang booming. Mungkin sekarang orang melihat Blackberry sebagai salah satu ponsel yang eksklusif dan canggih yang hanya bisa dapat digunakan oleh segelintir orang saja, namun, jika melihat perkembangannya, hal ini sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Meski banyak dari kalangan ekonomi rendah yang tidak dapat menjangkau Blackberry, pasar Blackberry di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dan dia awal tahun 2011, akan mendominasi pasar tanah air dengan fitur dan harga yang lebih murah. Seperti yang disebutkan dalam teori siklus, teknologi pada awalnya memiliki kendala dan usaha yang besar untuk membuatnya diterima masyarakat, namun jika hal tersebut sudah dapat diterima oleh masyarakat, maka perkembangan teknologi tersebut akan sulit dibendung.

 

 

 

 

 

Bibliography

(n.d.). Retrieved from investopedia web site: http://www.investopedia.com/terms/s/scenario analysis

AS.Pratisto. (2005). Chip Magazine. Retrieved from Chip Magazine Web Site: http://www.chip.co.id/tips-and-technologies

Blackberry Corporation. (n.d.). Retrieved from Blackberry indonesian website: http://id.blackberry.com

Cnet Reviews. (n.d.). Retrieved from Cnet Review website: http://reviews.cnet.com/cell-phones/?tag=TOCleftColumn.0

D.Edge, R. W. (1996). The Social Shaping of Technology.

Nokia Corp. (n.d.). Retrieved from Nokia Indonesian Website: http://nokia.co.id

Samsung Corporation. (n.d.). Retrieved from Samsung Indonesia: http://www.samsung.com/id/

Sony Ericsson Corporation. (n.d.). Retrieved from Sony Ericsson Indonesia: http://sonyericsson.com/cws/products

Wiratmo, M. (2003). Berbagai Teori Mengenai Perkembangan Teknologi.

 

 

No one has commented on this article.
Please login or register to post comments.
J! Reactions Commenting Software
General Site License
Copyright © 2006 S. A. DeCaro
 
< Prev   Next >
Support Local Literacy - Shop at BetterWorld.com

Statistics

Members: 606
News: 4801
WebLinks: 11
Visitors: 1838795

Paypal Donate

Copyleft@irwansyah.waena.org 2007
Send your inquiry, suggestion, and idea via email: irwansyah@waena.org

Creative Commons License

Except where otherwise noted, content on this site is
licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 License