Wise Words

To err is human, to forgive is out of the question.

 
Home arrow Blog arrow Analisis dan Pemetaan Journal of Computer-Mediated Communication Juni , September 1995, April 2007
Analisis dan Pemetaan Journal of Computer-Mediated Communication Juni , September 1995, April 2007 PDF Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Written by Tomy Rado P. Sinaga   

Journal of Computer-Mediated Communication merupakan sebuah jurnal penelitian berbasis web yang paling tua dengan fokus bahasan mengenai penelitian sosial pada komunikasi melalui komputer dengan media internet . Jurnal yang telah mengalami penyeleksian pertama kali terbit pada Juni 1995 kemudian secara rutin terbit selama tiga bulan sekali hingga terbitan terakhir sampai saat ini yaitu pada Oktober 2007. JCMC dipelopori oleh Margaret McLaughlin dan Sheizaf Rafaeli sebagai respon atas tingginya pertumbuhan beasiswa pada Computer Mediated Communication (CMC) pada awal hingga pertengahan tahun 1990-an. Tampilan JCMC selalu diperbaiki dari tahun ke tahun untuk memudahkan pengguna untuk mengakses jurnal-jurnal yang telah terbit pada JCMC. JCMC diindeks dalam database PsychInfo, ERIC dan the ISI Social Science Citation Index. Jurnal terbitan Juni 1995 hingga Oktober 2007 dapat diakses pada http://jcmc.indiana.edu . Dan sejak terbitan Januari hingga 2008 hingga saat ini jurnal dapat diakses pada http://www3.interscience.wiley.com karena telah dipindahkan ke situs tersebut. Perbedaan yang terdapat sejak Januari 2008 yaitu jurnal yang telah diterbitkan tidak lagi dapat diakses secara gratis seperti yang terdapat pada situs JCMC sebelumnya.

JCMC saat ini menerima kiriman lebih dari 300 naskah per tahun. Tingkat penerimaan (dengan revisi minor) pada tahun 2006 adalah 20%, sebuah% 28 tambahan pengiriman diundang untuk direvisi dan dikirim ulang.

 


Rumusan Masalah

Sejak pertama kali diterbitkan pada Juni 1995, editor JCMC telah menetapkan syarat tinggi agar penelitian yang ditampilkan pada JCMC memiliki kualitas lebih, hal ini tampak dari jumlah kiriman yang lolos untuk diterbitkan. Dan tingginya standar ini telah membuat JCMC menjadi salah satu sumber refernensi bagi para sarjana CMC diseluruh dunia dan pada tahun 2004, JCMC telah menjadi jurnal resmi dari Asoiasi Komunikasi Internasional.

Tingginya prestise yang telah diraih oleh JCMC sebagai salah satu jurnal resmi Asosiasi Komunikasi Internasional menimbulkan beberapa pertanyaan. Pertanyaan utama yang dimunculkan adalah bagaimana pemetaan jurnal yang telah diterbitkan di JCMC. Oleh karena itu penulis akan melakukan pemetaan terhadap jurnal yang telah diterbitkan oleh JCMC. Pertanyaan lain yang muncul seputar jurnal yang terdapat pada JCMC adalah pertama, apakah jurnal yang telah diterbitkan pada JCMC bersifat temporal? Kedua, Bagaimana perkembangan tema jurnal yang diterbitkan pada JCMC? Dan pertanyaan terakhir yaitu apakah jurnal yang telah terbit pada situs JCMC menjadi salah satu pendorong munculnya teknologi komunikasi baru?


Konsep Teori

Mediamorphosis

Dalam melakukan pembahasan mengenai pemetaan data pada JCMC, penulis menggunakan salah satu dari konsep dasar teknologi komunikasi yaitu konsep Mediamorphosis yang dikembangkan oleh Roger Fidler. Hal ini terkait dengan evolusi yang dialami oleh JCMC sebagai media yang menghimpun jurnal jurnal CMC. Untuk melakukan analisa terhadap substansi yang terdapat pada jurnal serta JCMC sendiri, penulis menggunakan prinsip fundamental yang terdapat pada konsep Mediamorphosis.

Terdapat enam prinsip fundamental pada konsep tersebut. Pertama yaitu Coevolution dan Coexistence, prinsip ini menjelaskan bahwa semua bentuk media komunikasi hadir dan berevolusi secara bersamaan dengan pengembangan dan sistem adaptasi yang kompleks. Kedua yaitu Metamorphosis yang menjelaskan bahwa media baru tidak hadir secara spontan dan independen melainkan bertahap. Berikutnya adalah Propagation yang memberi penjelasan mengenai pengaruh tumbuhnya media baru yaitu bahwa tumbuhnya media baru menyebarkan karakter yang dominan dari bentuk sebelumnya melalui bahasa. Keempat adalah survival. Prinsip ini menjelaskan bahwa segala media komunikasi dipaksa untuk beradaptasi dan berkembang, dan apabila keharusan ini tidak diikuti maka media tersebut akan mati. Selanjutnya yaitu Opportunity and Need dimana media baru tidak diadopsi berdasarkan perhitungan teknologi semata tetapi disebabkan motivasi sosial, ekonomi, politik. Dan prinsip terakhir adalah Delayed Adoption Teknologi media baru perlu waktu yang lebih lama dari yang diharapkan untuk menjadi sukses atau komersil



Metodologi

Penulis menggunakan jurnal yang telah diterbitkan pada tahun pertama yaitu 1995 yang terdiri dari tiga terbitan yaitu edisi Juni, September dan serta jurnal bulan April yang diterbitkan pada tahun 2007 sebagai indikator yang menunjukkan telah seberapa jauh perkembangan riset terhadap teknologi komunikasi serta indikator yang menjawab permasalahan yang diajukan yakni apakah Jurnal yang diterbitkan pada JCMC telah mempengaruhi aspek sosial masyarakat serta mendorong munculnya teknologi baru?

Analisis yang digunakan oleh penulis bersifat deskriptif melalui analisis dan pemetaan terhadap jurnal jurnal yang telah diterbitkan pada JCMC serta mengamati fakta yang terjadi pada perkembangan teknologi komunikasi secara nyata.

Pemetaan Data Jurnal of Computer-Mediated Communication

Juni 1995. Volume 1. Issue 1.

Pada terbitan pertama ini terdapat empat jurnal yang diterbitkan oleh JCMC. Tema yang diangkat pada edisi pertama ini adalah Collaborative Universities. Oleh karena itu keempat jurnal yang diterbitkan pada edisi ini melakukan penelitian mengenai bagaimana penerapan teknologi internet kedalam dunia akademis universitas sehingga memudahkan interaksi antar universitas serta bagaimana pengaruh yang dimunculkan.

Jurnal pertama berjudul Space, Collaboration, and The Credible City: Academic work in the Virtual Universities. Latar belakang pembahasan artikel ini adalah adanya pengaruh yang dimunculkan oleh interaksi yang difasilitasi oleh jaringan telekomunikasi internet di dunia universitas. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah studi kasus. Kesimpulan atas masalah tersebut terkait dengan bagaimana cara membangun sebuah kolaborasi antar universitas yang dapat menampilkan ruang fisik secara langsung serta efisiensi dalam menggunakan telekomunikasi internet dapat dikurangi.

Jurnal kedua berjudul Use of Communication resources in a Networked Collaborative Design Environment. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji sejauh mana dukungan yang diberikan oleh prototype sebuah web desain kepada siswa jurusan desain mesin. Metode yang digunakan adalah studi ekspolrasi melalui pengumpulan dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prototype web yang telah diisi dengan konten multimedia seperti chatbox dan sebagainya tersebut telah meningkatkan kedalaman komunikasi, meningkatkan pengetahuan siswa, serta mengatasi masalah teknis yang dialami mahasiswa Dibutuhkannya penggambaran tiga dimensi agar memudahkan para siswa melakukan desain menjadi saran yang ditemukan pada penelitian ini atas kelemahan prototype tersebut.

Jurnal ketiga adalah A framework for technology –mediated Inter- Institusional Telelearning Relationships. Penelitian ini mengamati mengenai bagaimana pengaruh kolaborasi Universitas yang menggunakan teknologi web terhadap hubungan yang terjalin antara unversitas universitas tersebut. Teknik yang digunakan adalah analisis deskriptif terhadap insepsi, eksekusi serta pengalaman yang dialami objek. Objek dalam penelitian ini adalah University of Maryland at College Park and Indiana University dan University of Maryland at College Park and the University of Arizona. Kesimpulan yand ditemukan pada penelitian ini adalah bahwa Universitas yang menggunakan teknologi web untuk berkolabirasi meningkatkan kolaborasi pembelajaran diantara siswa sehingga universitas mau tidak mau harus akan tetap menjaga kolaborasi menggunakan teknologi web ini.

Jurnal keempat berjudul The “ICP OnLine” : Jeux sans frontières on the CyberCampus yang membahas mengenai inter-university Cooperation Programmes (ICP) Online yang dibuat oleh ERASMUS. Artikel ini berfokus pada ICP Online sebagai salah satu bentuk artificial intiligence dengan menggunakan pendidikan Internet berbasis multi bahasa.

September 1995. Volume 1 Issue 2

Pada Issue kedua terdapat enam jurnal yang diterbitkan dengan tema Play and Performance in CMC.

Jurnal pertama yaitu Spoof, Spam, Lurk and Lag: the Aesthetics of Text-based Virtual Realities berfokus pada mengamati komunikasi dalam enam teks berbasis virtual melalui empat jargon yaitu spoof, spam, lurk, dan lag. Penelitian ini menggunakan elemen etnografis dari partisipan yang diamati serta analisis tertutup dari interaksi langsung dari partisipan. Kesimpulan yang didapat pada penelitian ini yaitu bahwa konsentrasi artikulasi membentuk sebuah peraturan mengenai perilaku yang dapat diterima, adanya pengalaman serta rasa memiliki, ekspresi puisi dengan metafora, dan sumber yang memberi komunitas tersebut kesempatan untuk bermain dan menaklukkan tantangan.

Jurnal kedua berjudul FROM <Bonehead> TO <cLoNehEAd>: NICKNAMES, PLAY, AND IDENTITY ON INTERNET RELAY CHAT <1>. Jurnal ini berfokus pada munculnya “bahasa” baru sebagai efek dari CMC. Yang menjadi objek penelitian pada jurnal ini adalah para pengguna aplikasi chatting online. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif berdasarkan rekaman komunikasi chatting yang para partisipan.

Jurnal selanjutnya berjudul Curtain Time 20:00 GMT: Experiments with Virtual Theater
on Internet Relay Chat. Masih terkait dengan dunia chatting, hanya saja penelitian ini berfokus pada sebuah group chatting yang menampilkan parodi Shakespeare dan Tennese William yang berjudul Hamnet –pemlesetan dari Hamlet- di IRC (Internet relay chat). Metode yang digunakan adalah analisi terhadap substansi naskah pada “Hamnet”, logistic dari virtual production serta improvisasi pemainan serta situasi yang tergambar melalui interaksi ketik langsung. Kesimpulan yang didapat adalah bahwa Hamnet merupakan pelopor dari perkembangan penulisan digital yang penuh gaya.

Jurnal keempat berjudul The Performance of Humor in Computer-Mediated Communication. Latar belakang yang diajukan adalah bahwa beberapa sistem kerja CMC tidak sesuai untuk melakukan humor. Argumen yang diajukan yaitu bahwa humor dapat disampaikan pada CMC serta secara kritis dapat menimbulkan pemaknaan online. Yang menjadi objek penelitian adalah kelompok penggna Usenet rec.arts.tv.soaps (r.a.t.s.) yang menjadikan opera sabun sebagai bahan diskusi. Metode yang digunakan adalah analisis tertutup terhadap lima pesan humor yang menunjukkan bagaiamana proses munculnya humor tersebut. Kesimpulan yang diperoleh yaitu bahwa humor yang ditampilkan menimbulkan lebih banyak isu menarik daripada isu yang telah terdapat pada grup itu sendiri.

Jurnal kelima berjudul "Technologies of the Self:" Foucault and Internet Discourse. Penelitian ini berfokus pada apa yang disebut oleh Foucault sebagai “menggayakan diri” di internet. Peneliti mengidentifikasi hal mengenai “menggayakan diri” pada hal romantis serta gambaran bagaimana. Penelitian ini menemukan bahwa implikasi dari “menggayakan diri” tersebut akan membantu riset internet mengenai proses pembentukan jati diri individu di internet.

Jurnal terakhir berjudul Enduring Traditions, Ethereal Transmissions: Recreating Chinese New Year Celebrations on the Internet. Penelitian ini mengamati diskusi modern mengenai permaian yang dimainkan oleh pelajar Cina yaitu re-Creating Chinese New Year “cards”. Kesimpulan yang didaptkan pada penelitian bahwa permainan tersebut meningkatkan daya kreatif dari anak anak.

April 2007, Volume 12 Issue 3.

Penulis memilih edisi ini sebagi salah satu indikator karena mengambil tema Social, Political, Economic, and Cultural Dimensions of Search Engines / Cross-Cultural Perspectives on Religion and Computer-Mediated Communication yang dapat membantu penulis mengamati pengaruh CMC pad kondisi sosial masyarakat. Pada terbitan ini terdapat delapam belas jurnal yang diterbitkan.

Jurnal pertama berjudul The Social, Political, Economic, and Cultural Dimensions of Search Engines: An Introduction. Jurnal ini mengeksplorasi bagaimana mesinpencari atau yang dikenal dengan search engine dapat membantu mausia pada proses sosial dan institusinya dilihat bagaimana mereka difungsikan dan digunakan. Metode yang digunakan analisis pustaka. Kesimpulan yang didapat adalah bahwa search engine masuk kedalam proses sosial manusia adalah karena pentingnya search engine bagi pengamat ilmu sosial untuk melihat bagaimana search engine tersebut berimplikasi pada masyarakat.

Jurnal kedua berjudul Heuristic and Systematic Use of Search Engines, serta melakukan pengamatan mengenai bagaimana masyarakat memproses informasi serta memutuskan apa yang akan dicarinya pada World Wide Web. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium kuasi, menggabungkan analisis konten pendukung web (client), teknik think aloud serta online quesioner. Kesimpulan yang diperoleh adalah bahwa kondisi situasionallah yang mempengaruhi pilihan pengguna dalam memutuskan web apa yang akan dibuka serta bagaimana prngguna memproses hal tersebut.

Jurnal selanjutnya berjudul In Google We Trust: Users' Decisions on Rank, Position, and Relevance. Jurnal ini mengamati perilaku mahasiswa yangmemiliki kecenderungan percaya terhadap informasi yang terdapat pada mesin pencari google. Metode yang digunakan adalah studi komparasi dari tiga kasus. Penelitian ini menunjukkan bahwa google memiliki kekuatan yang cukup untuk mempengaruhi budaya, masyarakat, serta kemacetan pengguna web.

Jurnal keempat berjudul Searching for Culture—High and Low. Artikel ini melakukan pengujian terhadap aktivitas budaya yang terdapat pada web serta yang terdapat pada masyarakat. Metode yang digunakan adalah analisis hasil wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan saat individu ingin mencari informasi mengenai budaya, maka budaya yang pertama kali dilihat oleh partisipan adalah budaya dari keluarga mereka serta jejaring sosial.

Jurnal selanjutnya berjudul Learning to Search and Searching to Learn: 
Income, Education, and Experience Online. Jurnal ini melakukan pembahasan mengenai bagaimana perbandingan pelaporan mengenai perubahan tren dengan menggunakan kemampuan mencari individu dan dengan menggunakan search engine. Metode yang digunakan adalah analisis komparasi dari data yang didapat melalui Pew Internet and American Life Project surveys. Penelitian ini menunjukkan bahwa tingginya pengalaman online, intensitas penggunaan, akan mempengaruhi individu dalam melakukan pencarian data di internet.

Jurnal keenam berjudul Is Relevance Relevant? Market, Science, and War: Discourses of Search Engine Quality. Artikel ini membahas mengenai relevansi hasil yang ditampilkan oleh search engine. Metode yang digunakan adalah analisis interview yang dilakukan kepada produser dari search engine tersebut serta bagaimana konsep yang digunakan pada search engine. Kesimpulan yang diperoleh apada penelitian ini adalah yang menjadi standar relevansi search engine adalah kepuasan yang diperoleh pengguna.

Jurnal berikutnya berjudul Equal Representation by Search Engines? A Comparison of Websites across Countries and Domains. Artikel ini melakukan analisis mengenai bagaimana search engine mengatur website webasite dari Negara serta domain yang berbeda. Domain tersebut adalah komersial, pendidikan, pemerintahan, serta organisasi. Sementara keempat Negara adalah U.S, Cina, Singapura, dan Taiwan yang dipilih secara random. Metode yang digunakan adalah pengujian secara langsung. Kesimpulan yang ditemukan adalah bahwa website amerika adalah yang paling sering muncul pada search engine hal ini dikarenakan dari bahasa yang digunakan.

Jurnal kedelapan berjudul Google Bombing from a Time Perspective . Artikel ini menkaji apakan Google Bombing terjadi hanya terjadi untuk sementara waktu atau lintas waktu. Metode yang digunakan adalah uji analisis. Kesimpulan yang didapat adalah bahwa Google bombing terjadi lintas waktu.

Berikutnya, jurnal kesembilan berjudul Cross-Cultural Perspectives on Religion and Computer-Mediated Communication. Artikel ini membahas mengenai pandangan secara lintas budaya mengenai agama serta CMC. Pembahasan dilakukan melalui analisis artikel artikel yang telah ada sebelumnya.

Jurnal kesepuluh berjudul Diaspora on the Electronic Frontier: Developing Virtual Connections with Sacred Homelands. Artikel ini melakukan pembahasan mengenai bagaimana diasporan tradisi religius digunakan oleh internet untuk mengembangkan hubungan antar masyarakat satu sama lain serta daerah tempat mereka berasal. Metode yang digunakan adalah analisis komparasi. Kesimpulan yang ditemukan pada penelitian ini adalah bahwa diaspora agama memang benar meningkatkan hubungan tidak hanya antar masyarakat namun juga hubungan antar individu serta tanah kelahiran.

Jurnal kesebelas berjudul Internet Use among Religious Followers: Religious Postmodernism in Japanese Buddhism. Jurnal ini melakukan pembahasan mengenai pengaruh interaksi online terhadap penganut agama budha di Jepang. Metode yag digunakan adalah survey Penelitian ini menunjukkan bahwa penganut agama budha di jepang yang melakukan partisipasi dalam interkasi online memiliki sikap yang lebih kritis terhadap sistem keimanan mereka daripada yang tidak melakukan partisipasi.

Jurnal berikutnya berjudul Online-Religion in Japan: Websites and Religious Counseling from a Comparative Cross-Cultural Perspective. Artikel ini melakukan pembahasan mengenai konseling agama secara online yang terjadi di Jepang. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif. Kesimpulan yang diperoleh adalah pelayanan konseling agama dengan basis internet yang di lakukan oleh the new Shinto berjalan dengan sukses.

Selanjutnya adalah jurnal yang berjudul Conflict and Intolerance in a Web Community: Effects of a System Integrating Dialogues and Monologues. Artikel ini melakukan pembahasan mengenai web web yang menggunakan sistem dialog dan monolog agar pengguna dapat memahami kondisi mental dan toleransiny. Metode yang digunakan adalah anlisa struktur. Kesimpulan yang ditemukan adalah pengguna akan lebih toleran pada web web yang berbasis dialog meski terdapat komentar yang kontroversi daripada web yang menggunakan sistem monolog.

Jurnal keempatbelas berjudul Who's Got the Power? Religious Authority on the Internet. Artikel ini membahas mengenai bagaimana otoritas agama serta keeratan hubungan yang dihasilkan melalui interaksi online. Kesimpulan yang diperoleh adalah bahwa adanya kebutuhan untuk menghilangkan otoritas pada konteks agama berbasis web yaitu hirarki, struktur, ideology dan text.

Jurnal berikutnya berjudul Islam, Jihad, and Terrorism in Post-9/11 Arabic Discussion Boards. Artikel ini melakukan pembahasan mengenai pertukaran pesan yang terdapat pada tiga discussion board yang terdapat di internet serta bagaimana pandangan umat muslim terhadap penyerangan yang dilakukan dari sudut pandang agama. Metode yang digunakan adalah survey. Dan kesimpulan yang diperoleh adalah bahwa partisipan lebih memandang penyerangan tersebut adalah terkait dengan isu politik dan bukan isu agama.

Jurnal keenambelas berjudul Islam and Online Imagery on Malaysian Tourist Destination Websites. Artikel ini melakukan pembahasan mengenai beberapa tampilan muslim pada pengorganisasian website tujuan wisata di Malaysia. Metode yang digunakan adalah studi literature serta analisis perbandingan.

Jurnal selanjutnya berjudul Virtually Sacred: The Performance of Asynchronous Cyber Rituals in Online Spaces. Artikel ini melakukan pembahasan mengenai bagaimaan peggambaran ruang kudus serta upacara ritual berubah dari offline ke konteks online. Metode yang digunakan adalah analisis terhadap web yang menggunakan konteks tersebut serta interview dengan pembuat web tersebut. Kesimpulan yang diperoleh adalah bahwa upacara yang dilakukan tersebut bentuk perpanjangan tangan karena terdapatnya perbedaan jarak wilayah yang sangat jauh.

Jurnal terakhir berjudul Technological Modernization, the Internet, and Religion in Singapore. Artikel ini membahas mengenai moderinasis teknologi serta agama di wilayah Singapura. Metode yang digunakan adalah interview. Kesimpulan yang diperoleh adalah bahwa menurut pemimpin agama yang telah diinterview, modernisasi teknologi yang berjalan seiring sejalan dengan agama diwilayah singapura memberi dampak simbiosis mutualisme.

Analisis terhadap Jurnal terbitan JCMC

Jurnal jurnal yang telah diterbitkan pada JCMC dapat dianalisi dengan konsep mediamorphosis yang terdiri dari beberapa prinsip penting yaitu (1) Coevolution dan Coexixtence prinsip ini menjelaskan bahwa semua bentuk media komunikasi hadir dan berevolusi secara bersamaan dengan pengembangan dan sistem adaptasi yang kompleks. Kita mengenal pertama kali bahwa jurnal jurnal ilmiah dicatat dalam sebuah buku. Bila kita amati lebih jauh lagi, jelas pencataan jurnal ilmiah tersebut pada buku memiliki banyak kelemahan, seperti misalnya tingginya kemungkinan buku untuk lapuk dan busuk. Dan jurnal yang dicatat pada buku tentu tdak dapt diakses secara bebas dari wilayah manapun serta kapanpun. Kehadiran jurnal jurnal dalam bentuk online ini jelas telah menunjukkan terjadinya evolusi bentuk media komunikasi, bersamaan dengan perkembangan yang dialami oleh internet. (2) Metamorphosis bahwa media baru tidak hadir secara spontan dan independen melainkan bertahap. Pada jurnal JCMC dijelaskan bahwa JCMC lahir sebagai media Jurnal online tidak lahir secara tiba tiba tanpa adanya alasan yang jelas namun karena semakin tingginya petumbuhan beasiswa di bidang Computer-Mediated Communication sehingga JCMC lahir. (3) Propagation yaitu tumbuhnya media baru menyebarkan karekter yang dominan dari bentuk sebelumnya melalui bahasa. Pada jurnal JCMC terdapat standar yang harus dipenuhi oleh para penulis yang ingin menampilkan jurnal penelitiannya. Hal ini tampak pada bahasa yang digunakan pada jurnal JCMC yang berada pada level expert. Pengkhususan tema yang dilakukan JCMC yaitu mengenai penelitian sosial pada komunikasi melalui komputer dengan media internet juga menjadi karakter yang terdapat pada jurnal yang diterbitkan oleh JCMC. Kelahiran JCMC juga telah mendorong tumbuhnya media sejenis JCMC yang berfokus pada kajian berbeda dengan JCMC. (6) Delayed Adoption yaitu bahwa teknologi media baru perlu waktu yang lebih lama dari yang diharapkan untuk menjadi sukses atau komersil hal ini tampak pada JCMC bahwa setelah sembilan tahun kemudian JCMC berhasil menjadi salah satu referensi utama Asosiasi Komunikasi Internasional.

Substansi jurnal yang telah diterbitkan oleh JCMC juga dapat dilihat melalui perspektif payung. Yang menjelaskan bahwa perkembangan teknologi komunikasi terkait dengan hal hal yaitu sistem politik, ekonomi, media, serta kelompok individu yang melayani seperangkat fungsi umum dari masyarakat. Dari pemetaan data yang telah dilakukan pada JCMC tampak bahwa isu politik, ekonomi dan sistem media juga mempengaruhi teknologi komunikasi.

Kesimpulan

Berdasarkan pemetaan yang telah dilakukan terhadap jurnal yang telah diterbitkan oleh JCMC pada Juni 1995, September 1995 serta Oktober 2007, terdapat beberapa jurnal yang hanya bersifat temporer, hanya terkait dengan kasus yang terjadi pada suatu masa, seperti yang terdapat pada jurnal Islam, Jihad, and Terrorism in Post-9/11 Arabic Discussion Boards. Namun hampir Sembilan puluh persen jurnal JCMC bersifat longtime dan dapat dipakai dari masa ke masa.

Dan berdasarkan pemetaan yang telah dilakukan, beberapa jurnal yang diterbitkan di JCMC menjadi salah satu unsure pendukung perkembangan riset teknologi komunikasi menjadi salah satu faktor pengkritisi kelemeahan serta pendorong lahirnya teknologi komunikasi baru, namun beberapa hanya menggambarkan teknologi yang telah terdapat pada masyarakat serta pengaruhnya.

Bibliography

(Hargittai, http://jcmc.indiana.edu, 2007)

(Werner Wirth, Tabea Böcking, Veronika Karnowski, and Thilo von Pape, 2007)

(Bing Pan, Helene Hembrooke, Thorsten Joachims, Lori Lorigo, Geri Gay, and Laura Granka, 2007)

(Jennifer Kayahara and Barry Wellman, 2007)

(Philip N. Howard and Adrienne Massanari, 2007)

(Couvering, 2007)

(Liwen Vaughan and Yanjun Zhang, 2007)

(Bar-Ilan, 2007)

(Charles Ess (with Akira Kawabata and Hiroyuki Kurosaki), 2007)

(Helland, 2007)

(Fukamizu, 2007)

(Akira Kawabata and Takanori Tamura, 2007)

(Watanabe, 2007)

(Campbell, 2007)

(Abdulla, 2007)

(Noor Hazarina Hashim, Jamie Murphy, and Nazlida Muhamad Hashim, 2007)

(Jacobs, 2007)

(Kluver, 2007)

(Acker, 1995)

(Geri Gay and Marc Lentini, 1995)

(Bradley C. Wheeler, Joseph S. Valacich, Maryam Alavi, Doug Vogel, 1995)

(Hutchison, 1995)

(Marvin, 1995)

(Bechar-Israeli, 1995)

(Brenda Danet, Tsameret Wachenhauser, Amos Cividalli, Haya Bechar-Israeli, and Yehudit Rosenbaum-Tamari, 1995)

(Baym, 1995)

(Aycock, 1995)

(Kozar, 1995)

No one has commented on this article.
Please login or register to post comments.
J! Reactions Commenting Software
General Site License
Copyright © 2006 S. A. DeCaro
 
< Prev   Next >
Support Local Literacy - Shop at BetterWorld.com

Statistics

Members: 606
News: 4801
WebLinks: 11
Visitors: 1838659

Paypal Donate

Copyleft@irwansyah.waena.org 2007
Send your inquiry, suggestion, and idea via email: irwansyah@waena.org

Creative Commons License

Except where otherwise noted, content on this site is
licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 License