Wise Words

To err is human, to forgive is out of the question.

 
Home arrow Blog arrow PERKEMBANGAN TEKNOLOGI MEDIA SIAR
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI MEDIA SIAR PDF Print E-mail
User Rating: / 3
PoorBest 
Written by Santika Sari   

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI MEDIA SIAR

 

Radio merupakan teknologi komunikasi penemuan Marconi yang menggunakan sistem dua arah. Komunikasi disampaikan secara langsung dari sumber berita kepada pendengar, dan para pendengar pun dapat merespon berita secara langsung pula via telepon kepada stasiun radio bersangkutan.

Sistem komunikasi radio menggunakan gelombang transmisi dan penerima suara berkelanjutan. Gelombang-gelombang suara yang ditangkap sinyal ditransmisikan menjadi kode-kode pesan dengan menggunakan sistem wireless telegraf. Perkembangan teknologi selanjutnya memunculkan radio yang dilengkapi komponen-komponen fasilitas, seperti mikrofon, amplifier, tuner, dan transmitter berkekuatan tinggi.

 

Kemunculan radio sebagai kemajuan teknologi sangat mempengaruhi masyarakat terutama dalam bidang komunikasi dan informasi. Radio populer sebagai teknologi yang mempersembahkan musik atau lagu bagi para audience-nya. Hal itu terjadi hingga kini, namun dilengkapi dengan informasi berita up-to-date, drama, komedi, talkshow, dsb. Seperti halnya media cetak, berita-berita yang disampaikan pada siaran radio seputar kehidupan sosial, ekonomi, politik masyarakat, entertainment, sport, atau informasi lainnya. Bahkan, format siaran radio dapat disesuaikan dengan interest audience sesuai dengan target audience stasiun radio bersangkutan. Dengan begini audience yang dituju lebih tersegmentasi. Informasi yang disampaikan secara langsung kepada audience melalui siaran radio ini membuat posisi media cetak sebagai media massa utama masyarakat tergeser oleh kehadiran radio.

 

Secara teknik, sistem transmisi radio dibedakan menjadi AM dan FM. Sistem radio AM menggunakan modulasi amplitude yang berdasarkan pada jarak atau gelombang amplitude radio, sedangkan radio FM menggunakan sistem modulasi frekuensi. Secara umum, memang radio AM memiliki jangkauan sinyal yang lebih jauh dibandingkan radio FM. Akan tetapi, kualitas suara yang dihasilkan radio FM jauh lebih jelas dan jernih daripada radio AM, bahkan memungkinkan penggunaan sistem sound stereo.

 

Lagi-lagi dengan kemunculan internet, sama seperti media cetak, program siaran stasiun radio dapat diakses via internet. Dengan menggunakan fasilitas mikrofon, sound stereo, dsb, audience dengan mudah dapat mendengarkan siaran radio tanpa harus menyalakan radio. Telepon seluler saat ini juga banyak yang telah dilengkapi fasilitas radio. Hanya dengan menentukan gelombang transmisi mana yang diinginkan (misalkan, 102.3 FM), audience dapat mendengarkan siaran radio.

Adanya internet memiliki dampak positif dan negative bagi perusahaan stasiun radio itu sendiri. Positifnya, kelanjutan usaha penyiaran stasiun radio dapat menjangkau audience lebih luas. Sebaliknya, internet dapat mematikan usaha penyiaran radio, karena interest masyarakat yang bergeser pada internet itu sendiri.  

 

Penyiaran radio sendiri mendapat perhatian dan pengawasan dari sebuah lembaga bernama Federal Communicatons Commission (FCC). FCC mengatur pembatasan kepemilikan swasta stasiun-stasiun radio.

Pada tahun 1960an muncul isu yang menyatakan bahwa para penyiar radio harus berhati-hati dalam menyampaikan informasi. Tidak boleh menggunakan kata-kata yang sekiranya dapat menjatuhkan atau menjelekkan pemerintah. Hal ini tentunya menyumbangkan pemikiran akan freedom of the speech.

Pada akhirnya posisi radio sendiri mulai terancam pada awal kemunculan teknologi televisi yang menggunakan komponen visual.

 

Televisi merupakan teknologi yang memnfaatkan komponen audio visual. Gambar yang direkam menggunakan kamera televisi, ditansmisikan kepada komponen televisi dalam bentuk sinar elektron yang kemudian berubah menjadi energi listrik dengan menggunakan electromagnet. Dengan begitu gambar yang terekam kamera dapat muncul di layar televisi. Penggunaan jaringan satelit komunikasi memungkinkan siaran televisi dapat disaksikan oleh masyarakat dunia. Komponen-komponen kamera televisi sendiri aslinya merupakan rancangan dari Thomas Alva Edison. Namun pada perkembangannya, Lumiere bersaudara menemukan sistem proyeksi cahaya melalui transparansi filmstrip.   

 

Pada awal kemunculannya, televisi hanya menampilkan gambar hitam-putih yang disertai dengan latar belakang musik. Film-film yang ditampilkan pun adalah film-film bisu tanpa suara. Para aktris dan aktor film hanya berakting dengan gerakan pantomim. Aktor-aktor film bisu yang saat itu terkenal adalah Rudolph Valentino, Lillian Gish, dan Charlie Chaplin.

Pada tahun 1930an, kamera dilengkapi fasilitas yang tidak hanya dapat merekam gambar tapi juga suara, sehingga film-film bisu pun tergantikan dengan adanya film-film bersuara. Pada awal kemunculan film bersuara, film-film dipenuhi oleh tema yang lebih menampilkan suara, sehingga banyak sekali film yang muncul merupakan drama musical yang menonjolkan nyanyian dan tarian. Kemudian pada tahun 1940an, film-film yang disiarkan televisi menjadi lebih serius dan lebih banyak menonjolkan percakapan atau akting para pemain atau pula lebih kepada jalan ceritanya.

 

Munculnya teknologi video, memungkinkan film dapat disaksikan kapan saja oleh audience. Selama ini, sebelum muncul video, film yang telah ditayangkan tidak dapat disaksikan lagi oleh audience. Video juga dianggap sebagai metode penyimpanan data terbaru saat itu, bukan hanya film. Dalam perkembangannya, muncul CD dalam bentuk kepingan cakram yang lebih ringan, lebih mudah dibawa, dan memiliki sistem memory lebih besar. CD kemudian berkembang menjadi digital video disc (DVD) yang memungkinkan penyimpanan data ke dalam format yang lebih kompleks dengan sistem memory yang lebih besar daripada CD.

 

Perkembangan teknologi televisi sekarang memperlihatkan kemajuan yang sangat pesat. Jika sebelumnya, gambar ditampilkan hitam-putih, kini gambar dapat disaksikan sesuai dengan warna aslinya. Artinya, semakin majunya teknologi semakin memungkinkan manusia untuk mengakses informasi sesuai dengan realita langsung.

Bahkan dengan kemajuan teknologi komputer sekarang, memungkinkan pembuatan film dengan efek gambar tertentu. Bisa dikatakan efek-efek pada film tersebut merupakan manipulasi gambar yang dibuat seakan-akan kejadian pada film adalah nyata.

Selain itu, juga dapat dibuat film berdasarkan gambar kartun atau animasi. Biasanya film-film animasi lebih dapat menarik perhatian audience dari segala umur.

Tampilan televisi sekarang juga mengalami evolusi. Televisi tidak lagi berbentuk kotak besar tiga dimensi. Ukuran televisi sekarang lebih bervariasi dengan menggunakan layar datar dan dapat diletakkan di mana saja. Bahkan terdapat jenis televisi ukuran besar seperti home theatre, yang membuat audience seakan-akan menonton layaknya di bioskop.  

Last Updated ( Tuesday, 11 December 2007 )
 
< Prev   Next >
Support Local Literacy - Shop at BetterWorld.com

Statistics

Members: 606
News: 4801
WebLinks: 11
Visitors: 1838666

Paypal Donate

Copyleft@irwansyah.waena.org 2007
Send your inquiry, suggestion, and idea via email: irwansyah@waena.org

Creative Commons License

Except where otherwise noted, content on this site is
licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 License