|
Manfaat Palapa Ring juga bisa mendukung jaringan telekomunikasi tetap (fixed) dan seluler, termasuk pendidikan jarak jauh (tele edukasi) dan pengobatan jarak jauh (tele kesehatan) secara murah serta siaran TV ke desa-desa. Palapa Ring justru akan menyatukan backbone-backbone yang telah ada sebelumnya untuk meningkatkan akses informasi serta secara tidak langsung dapat memperkuat ketahanan nasional. Palapa Ring juga akan memperlancar implementasi Universal Service Obligation (USO), pemanfaatan e-government, e-education, e-healthy, dan akses internet oleh siapa saja. Backbone Palapa Ring ini akan diposisikan untuk memudahkan dan memurahkan komunikasi sambungan langsung jarak jauh (SLJJ) sekaligus mempercepat penetrasi telepon di Indonesia. Palapa Ring yang merupakan cincin terintegrasi yang membentang dari Sumatera Utara hingga Papua bagian Barat ini menjadi sangat dibutuhkan, karena saat ini kita membutuhkan hubungan jalur komunikasi pita lebar antarpulau di Indonesia, yang berserak dan membentang cukup panjang. Indonesia sangat membutuhkan serat optik yang tidak hanya digelar untuk menghubungkan pulau-pulau yang ada, namun juga ring-ring dalam pulau seperti proyek Northern Route yang dipunyai PT. Telkom di Pulau Jawa dan diperpanjang dari Lampung hingga Bali, atau gabungan antara jaringan kabel laut dan darat yang dimiliki Indosat melalui jaringan Jakarta-Jatiluhur-Surabaya. Palapa Ring membutuhkan stasiun landing cable yang berada di dekat pantai. Untuk wilayah Indonesia, ditetapkan dengan sistem cluster seperti provinsi atau pulau. Dengan begitu, pengguna jaringan sudah dapat dipastikan dan tidak ada lagi kejadian misalnya pembangunan infrastruktur mendapat bagian yang lebih kecil dibanding pemegang lisensi operator seperti yang sekarang ini terjadi. Dalam roadmap investasi infrastruktur yang disampaikan Deputi Infrastruktur Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Palapa Ring mulai diimplementasikan pada tahun 2008. Sesuai jadwal, pembangunan proyek backbone fiber optik sepanjang 30 ribu kilometer tersebut akan diselesaikan dalam tiga fase, yaitu: Fase pertama, pembangunan ring timur yang meliputi wilayah Papua, Maluku dan Nusa Tenggara Timur akan dikerjakan mulai tahun 2008-2012. Fase kedua, ring tengah meliputi Sulawesi, Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan mulai tahun 2013 sampai 2016. Fase ketiga, ring barat yang meliputi Sumatera dan Jawa, muai dikerjakan 2017 sampai 2020. Di luar itu, jadwal dalam rencana investasi untuk Proyek Serat Optik Palapa Ring ini, sebenarnya sudah dimulai pada tahun 2004 untuk studi preliminary (persiapan). Dilanjutkan pada tahun 2005-2007 dengan pembuatan roadmap serta masterplan yang melingkupi 33 propinsi dan 400 kota mandiri. Sumber lain menyebutkan bahwa mulai tahun 2005, pemerintah akan membangun proyek serat optik Palapa Ring di tujuh lokasi yang dibagi dua tahap dalam lima tahun dengan dana sekitar 900 miliar dollar AS. Proyek serat optik sepanjang 36.000 kilometer itu diharapkan dapat meningkatkan peluang bagi industri telekomunikasi, mempercepat program USO (Universal Service Obligation) dan bermanfaat dalam rangka pengamanan ketahanan nasional.
w.telkom.co.id www.telkom-indonesia.com/telkomdimasyarakat |