|
Written by Menar Rizie Gusman Hawa
|
|
Perhatikan orang disekitarmu, tengoklah samping kanan dan kiri, perhatikan orang yang sedang menunggu bus di shelter busway bersamamu. Lalu lihat pula isi tas teman sekolahmu, coba perhatikan lagi anak-anak muda yang ‘nongkrong’ di tempat yang sama sepertimu. Lihatlah apa yang mereka genggam. Anda pasti melihat hal yang sama seperti yang akan saya utarakan. Lalu coba tanyakan padanya apa yang sedang mereka lakukan. Temukan jawaban yang pasti benar dengan yang saya perkirakan. Mereka sedang mengakses internet dengan menggunakan posel mereka, mereka bertwitter, facebook dan BBM. Sebuah kebiasaan berbudaya internet baru di hampir seluruh dunia. Mayoritas orang tau mengenai kebiasaan yang sedang menjamur tersebut, terutama kota-kota besar yang mengakses media. Sebuah teknologi yang berbasis internet memang sedang menjamur belakangan ini, peningkatannya terbukti dengan adanya suatu kebiasaan baru yang dialami oleh masyarakat perkotaan. Bermula dari berkembangnya komunikasi melalui dunia maya, sosial network yang tiba-tiba menjadi bom atom (friendster lalu muncul kegagahan facebook) lalu hadir pula kebutuhan untuk mengakses diri melalui twitter. Melihat kebutuhna akan media berkomunikasi rupanya menjadi tolok ukur untuk menciptakan sebuah tren baru. BBM-an adalah sebuah istilah yang dikenal masyarakat sebagai salah satu fasilitas yang diprakarsai oleh merek ponsel Blackberry. BBM merupakan salah satu fitur yang digemari oleh pengguna Blackberry sebagai penyalur pesan singkat sebagai pengganti SMS tanpa dipungut biaya tambahan lain. Akses yang mudah inilah yang menjadi alasan para calon konsumen untuk menggunakan produk ini. BBM rupanya menjadi aktifitas pendukung yang singgah di tengah kesibukan masyarakat kota. Akibat dari meluasnya kebiasaan akses internet, BBM menjadi ikon untuk berkomunikasi. Sebuah kebiasaan yang menglobal ditengarai oleh faktor-faktor yang sedang booming, kebutuhan untuk berkomunikasi, untuk mengakses media internet untuk mengupdate informasi dan segala kebutuhan yang dibutuhkan oleh calon konsumen ada dalam satu ponsel. Negara barat khususnya Amerika membawa pengaruh untuk si pengguna BBM. Melalui media (Amerika sebagai tolak ukur akses media), mereka menyorot para selebriti kelas dunia yang menggunakan BB. Pengaruh itu pulalah yang mendorong tren masuknya BB minded ke dalam wilayah Asia. Berapa banyak orang yang tidak mempunyai akses komunikasi melalui BBM? Salah satu keunikan para pengguna komunikasi ini adalah mereka tidak akan pernah tidur, artinya mereka akan selalu membuka mata melihat perputaran dunia. Tak ada lagi jam istirahat bagi posel, bahkan bagi mata penggunanya yang umumnya berusia produktif. Bahkan seperti yang tadi dikatakan bahwa tangan kiri mereka akan selalu sibuk bekerja menggunakan akses komunikasi tersebut. |
| No comments for this item |